Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yeremia 18:1-4, Sang Penjunan Maha Agung

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Sang Penjunan yang Maha Agung

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Mahasiswa Magang Unima/Juita Onibala
RENUNGAN: Ayat Alkitab. Renungan harian Kristen 

Ringkasan Berita:1. Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Sang Penjunan yang Maha Agung.
 
2. Bacaan Alkitab diambil dalam Yeremia 18:1-4
 
3. Tuhan adalah Pencipta. Dialah Sang Penjunan, manusia tidak berdaya karena hanya buatan tangan-Nya saja. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari perlu dilakukan.

Agar kita bisa mengetahui kehendak Tuhan.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Sang Penjunan yang Maha Agung.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 12:13-17, Munafik

Bacaan Alkitab diambil dalam Yeremia 18:1-4

Yeremia melaksanakan tugas sebagai nabi selama 40 tahun, yakni sekitar tahun 627 hingga 586 SM (Sebelum Masehi).

Dia menjadi nabi di zaman Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia sebagai raja terakhir Yehuda, hingga bangsa Yehuda hancur dan dibuang ke Babel. 

Sementara Kerajaan Israel (Utara) ketika itu, sudah lama runtuh dengan Hosea sebagai raja ke 19 atau raja terakhirnya sejak Yerobeam menjadi raja setelah pecahnya 2 kerajaan itu. 

Israel hancur ketika Hizkia baru memasuki tahun ke 9 sebagai raja Yehuda (Israel Selatan), mereka dikalahkan dan ditawan penduduknya diangkut ke Asyur. Hizkia sendiri 29 tahun menjadi raja. 

Setelah Hizkia, raja berikutnya yang adalah anak cucunya berturut-turut, Manasye (55 tahun), Amon (2 tahun) dan kemudian Yosia (31 tahun).

Firman Tuhan kepada Yeremia mengenai pelajaran tentang tukang Periuk, terjadi dalam pemerintahan Yoyakim sebagai raja Yehuda, menggantikan Yoahas yang hanya 3 bulan menjadi raja Yehuda.

Dia ditangkap dan dibawa ke Mesir hingga mati di sana. 

Fir'aun mengganti dia dengan pamannya Elyakim sebagai raja.

 Dan Fir'aun mengubah nama Elyakim menjadi Yoyakim, yang memerintah Yehuda selama 11 tahun.

Baik Yoahas, Yoyakim maupun Yoyakhin hingga Zedekia sebagai raja-raja terakhir di Yehuda, semua sama kelakuannya. Berlaku jahat di hadapan Tuhan. 

Sama seperti raja-raja Israel, yang sudah puluhan tahun lebih dahulu hancur karena kejahatannya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved