Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Malam Lukas 9: 22 - 27, Menjadi Kristen Total

Inilah yang sulit dan menjadi tantangan dalam mengikut Yesus, sebab syarat yang Yesus berikan adalah menyangkal diri

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Mahasiswa Magang Unima/Juita Onibala
RENUNGAN: Ayat Alkitab. Renungan harian Kristen 

Ringkasan Berita:
1. Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul menjadi kristal.
 
2. Firman Tuhan diambil dalam Lukas 9: 22 - 27
 
3. Kita mau aman dengan Tuhan, namun juga aman dengan kehendak duniawi kita, kita mau dua-duanya.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak hal yang kita bisa pelajari dari Alkitab.

Baiknya dilakukan setiap hari, baca lalu renungkan.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul menjadi kristal.

Baca juga: Renungan Kristen Malam Mazmur 130:6, Allah Pengharapan dan Sumber Kehidupan

Ditulis oleh Fiktor Parantang dalam buku moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan diambil dalam Lukas 9: 22 - 27.

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (Lukas 9:23)

Sifat naluriah manusia adalah mementingkan dirinya sendiri, lebih mengutamakan sesuatu yang baik dan nyaman bagi dirinya.

Sehingga ketika bertemu dengan hal-hal yang sifatnya tidak sejalan atau tidak nyaman dengan diri sendiri akan ditolak.

Hal itulah yang membuat manusia sulit untuk menyangkal dirinya, sebab menyangkal diri akan bertolak belakang dengan sifat naluriahnya, maka hal itu menjadi pertarungan melawan dirinya sendiri.

Di saat kondisi secara manusiawi kita harus marah tapi perintah Tuhan harus bersabar, harus menahan diri.

Di saat kondisinya harus balas dendam, tapi perintah Tuhan kita harus mengampuni.

Hal ini sulit bagi pikiran manusiawi, sulit bagi kedagingan.

Inilah yang sulit dan menjadi tantangan dalam mengikut Yesus, sebab syarat yang Yesus berikan adalah menyangkal diri, suatu hal yang bertentangan dengan sifat naluriah manusia tersebut.

Di satu sisi kita mau ikut Tuhan, namun di sisi lain kita menolak jika sudah berhadapan dengan hal-hal yang tidak sejalan dengan ambisi, kesenangan dan keinginan manusiawi kita.

Kita mau aman dengan Tuhan, namun juga aman dengan kehendak duniawi kita, kita mau dua-duanya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved