Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Lukas 21:1-4, Mempersembahkan yang Terbaik

Persembahan merupakan ungkapan syukur kita kepada Tuhan karena Tuhan telah memberkati kita

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Gambar ilustrasi Alkitab 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul mempersembahkan yang terbaik. 

Bacaan Alkitab diambil dalam Lukas 21:1-4 

Persembahan merupakan ungkapan syukur kita kepada Tuhan karena Tuhan telah memberkati kita.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 144:1-2, Allah Gunung Batu, Sumber Keselamatan

Bila kita hitung berkat Tuhan dalam hidup kita, hasilnya tentu saja tidak terhingga.

Walaupun demikian, tetap saja ada orang yang takut dan khawatir memberikan persembahan, bahkan sangat perhitungan dengan Tuhan.

Perikop kali ini mengingatkan kita akan pentingnya mengucap syukur dalam setiap keadaan.

Kekayaan ataupun kelebihan materi bukanlah syarat di dalam kita memberi persembahan.

Pada kesempatan ini, kita belajar dari seorang janda miskin. Dua kondisi marginal ada pada perempuan ini.

Sudah janda, miskin pula. Namun, hal yang sangat luar biasa dilakukan oleh janda miskin ini.

Yesus, yang kala itu ada di Bait Allah, mengamati orang orang yang memberikan persembahan.

Dalam pengertian yang luas, Bait Allah berarti "Rumah Allah" atau tempat suci yang didedikasikan untuk beribadah kepada Allah.

Maknanya bisa berbeda-beda dalam tradisi agama yang berbeda.

Ada orang-orang kaya yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Lalu, datanglah seorang janda miskin yang memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Peser (Yun. Lepton) adalah mata uang terkecil bagi orang Yahudi.

Namun, Yesus mengatakan bahwa janda miskin ini memberikan lebih banyak dari semua orang yang memberi, termasuk orang-orang kaya tadi.

Janda miskin ini tampaknya sangat yakin akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya sehingga ia berani memberikan seluruh nafkah yang dimilikinya.

Walaupun tidak diceritakan bagaimana keseharian janda miskin ini, namun kita yakin bahwa janda miskin ini seorang pekerja yang tangguh.

Meskipun miskin, ia berhikmat dalam mengelola keuangan sehingga tidak pernah kekurangan. Hal yang paling penting, ia mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita, apakah masih ada kekhawatiran atau ketakutan dalam memberikan persembahan yang terbaik untuk Tuhan?

Serahkanlah kekhawatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan! Marilah kita belajar dari janda miskin yang sangat yakin akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya sehingga ia berani mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan. Mari kita ucapkan syukur atas berkat Tuhan yang tidak terhingga dalam hidup kita.

Selamat beribadah bersama keluarga dan saudara seiman kita, doa kami kiranya Tuhan Yesus memberkati keluarga, pekerjaan, usaha, study dan pelayanan kita semua. Tetap semangat dan terus setia berdoa.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved