Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen 2 Samuel 15: 2-10, Kecewa Kemudian Melawan

Walaupun Daud kemudian mengizinkannya kembali ke Yerusalem, hubungan ayah-anak itu tetap dingin.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilsutrasi Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian Kristen kali ini berjudul kecewa kemudian melawan.

Bacaan Alkitab diambil dalam 2 Samuel 15: 2-10.

Renungan diambil dalam moment of inspiration LPMI.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 2 Samuel 6: 16 dan 20-23, Kecewa Kemudian Tidak Setia

Firman Tuhan : “Dalam pada itu Absalom telah mengirim utusan-utusan rahasia kepada segenap suku Israel dengan pesan: "Segera sesudah kamu mendengar bunyi sangkakala, berserulah: Absalom sudah menjadi raja di Hebron!” (2 Samuel 15:10).

Kekecewaan yang tidak diselesaikan akan meracuni hati. Ibrani 12:15 mengingatkan bahwa “akar pahit” bisa menimbulkan kerusakan besar.

Toni kecewa atas perlakuan ayahnya kepada dirinya, dia melihat adiknya lebih diperhatikan dan dicukupi kebutuhan-kebutuhannya.

Dia selalu tersenyum dan kelihatan sukacita saat berkumpul dengan keluarga.

Sampai suatu saat orang tidak pernah menduga dia mendorong ayahnya sampai terjatuh ke jurang ketika mereka berjalan dilereng sebuah bukit.

Ayahnya selamat namun menjadi lumpuh. (kisah/ ilustrasi? diambil dari mana?)

Absalom adalah putra Raja Daud yang tampan, cerdas, dan disukai rakyat.

Daud merupakan merupakan raja kedua dan yang paling populer dalam kerajaan Israel selain Salomo menurut kitab suci Kristen dan Yahudi.

Daud juga merupakan menantu raja pertama Israel Saul, melalui pernikahan dengan permaisuri Mikhal.

Konon, Daud menuliskan banyak Mazmur yang dikumpulkan ke dalam kitab Mazmur.

Namun, kekecewaan mulai menguasai hatinya ketika ia merasa ayahnya, Raja Daud, tidak bertindak tegas terhadap kasus Amnon yang memperkosa Tamar, adiknya.

Kekecewaan itu awalnya hanya diam di hati, tetapi karena dipelihara, ia berubah menjadi dendam kemudian berubah menjadi rencana perlawanan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved