Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Keluaran 23:4-5, Mengasihi Musuh Secara Utuh

Musa memberi contoh soal hewan atau ternak milik musuh, seperti lembu dan keledai.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. 

TRIBUNMANDO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul mengasihi musuh secara utuh.

Bacaan Alkitab dalam Keluaran 23:4-5.

"Sudah jatuh, tertimpa tangga pula." Itu kata peribahasa.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Samuel 18: 6 - 9, Kecewa Kemudian Marah

Bagaimana kalau itu terjadi kepada musuh kita.

Coba berkata jujur, berdasarkan pengalaman kita, bagaimana tanggapan kita, baik dalam hati atau pikiran maupun perkataan kita, jika kita melihat seorang musuh atau yang memusuhi kita, jatuh, mengalami masalah dan membuat dia menderita?

Semoga kita tidak mengatakan, "tobat!" Atau kata orang Manado, "katula."

Semoga kita tidak menari-nari senang melihat musuh yang jatuh.

Inilah yang disampaikan dan diperingatkan Musa kepada umat Israel, mengutip pesan firman yang juga adalah hukum dari Tuhan, untuk sesama manusia, terutama terhadap musuh atau orang yang memusuhi kita.

Ternyata apa yang diajarkan oleh Kristus tentang kasih termasuk kepada musuh, adalah salah satu hukum Tuhan yang disampaikan Musa kepada semua orang Israel, ketika mereka telah ke luar dari Mesir dan sedang berada di padang gurun sebelum memasuki tanah perjanjian.

Dalam hukum tentang kasih akan sesama ini, Allah mengajarkan orang Israel bukan hanya mengasihi pribadi manusia, tapi juga segala keberadaannya. Juga kepada musuh.

Bahwa bukan hanya orangnya (musuh) yang dikasihi, tapi juga barang milik musuh, harus dikasihi. Jangan dibiarkan, apalagi disia-siakan.

Musa memberi contoh soal hewan atau ternak milik musuh, seperti lembu dan keledai.

Bahwa jika seseorang melihat lembu atau keledai sesamanya tersesat, maka janganlah dibiarkan.

Umat Tuhan harus mengambil dan membawa pulang kepada pemiliknya, sekalipun dia adalah musuh, yakni orang yang paling kita benci, atau membenci kita.

Binatang atau hewan itu harus segera dibawa pulang kepada pemiliknya, tanpa minta imbalan apapun dan dalam bentuk apapun juga.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved