Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkot Kotamobagu

Dirangkaikan HKN ke-118 dan Hari Korpri, Weny Gaib Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pemkot Kotamobagu menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dirangkaikan dengan HKN ke-118, serta Hari Korpri.

Tayang:
Tribun Manado/Sujarpin Dondo
PIMPIN - Pemkot Kotamobagu menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dirangkaikan dengan HKN ke-118, serta Hari Korpri di Alun-alun Boki Hontinimbang pada Senin (1/6/2026). Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., pada kesempatan ini, bertindak sebagai Inspektur upacara. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dirangkaikan dengan Hari Kebangkitan Nasional (HKN) ke-118, serta Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Alun-alun Boki Hontinimbang pada Senin (1/6/2026).

Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., pada kesempatan ini, bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup).

Pada kesempatan ini, Wali Kota Kotamobagu selain membacakan Butir-butir Pancasila, juga menyampaikan sambutan Kepala Badan Pembinaan ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Pemkot Kotamobagu gelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila 2026
PIMPIN - Pemkot Kotamobagu menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dirangkaikan dengan HKN ke-118, serta Hari Korpri di Alun-alun Boki Hontinimbang pada Senin (1/6/2026). Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., pada kesempatan ini, bertindak sebagai Inspektur upacara.

“Hari ini, 1 juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap Insan Indonesia," kata Wali Kota dalam sambutannya.

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”

Lanjut Weny Gaib, dalam sambutan tersebut, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai–nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong, namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. 

Oleh karena itu, lewat kesempatan itu Wali Kota dalam sambutannya yang di bacakan, mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup (Living Ideology).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk Intoleransi dan Radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tambahnya.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib pada kesempatan ini bertindak sebagai Inspektur upacara
PIMPIN - Pemkot Kotamobagu menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila, yang dirangkaikan dengan HKN ke-118, serta Hari Korpri di Alun-alun Boki Hontinimbang pada Senin (1/6/2026). Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., pada kesempatan ini, bertindak sebagai Inspektur upacara.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., juga membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke -118 Tahun 2026.

“Tema peringatan Harkitnas Tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga ibu pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.

Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

Sebagaimana amanat para pendiri Bangsa, kemajuan sebuah Negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved