Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gas LPG

Gas LPG 3 Kilogram di Kotamobagu Masih Sulit Didapat, Warga Mengantre Lebih dari 3 Jam

Hasyim (46) salah seorang penjual bakso di Kotamobagu datang sekitar pukul 07.00 Wita di pangkalan gas LPG tiga kilogram.

|
Penulis: Nielton Durado | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Nielton Durado
GAS LPG - Potret antrian warga yang hendak membeli gas LPG 3 kilogram di kelurahan Gogagoman, Kotamobagu, Jumat 13 Maret 2026. Gas LPG 3 Kilogram di Kotamobagu Masih Langka, Warga Mengantre Lebih dari 3 Jam 

Ringkasan Berita:
  • Kelangkaan LPG 3 kg terjadi di Kotamobagu sehingga warga harus antre berjam-jam di pangkalan, seperti Hasyim, penjual bakso yang menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan gas.
  • Kelangkaan ini sudah dirasakan sejak awal Ramadan dan berdampak pada usaha kecil karena gas merupakan kebutuhan utama untuk berjualan.
  • Jika tidak mendapat gas di pangkalan, warga terpaksa membeli di warung dengan harga hingga Rp40 ribu per tabung dan berharap pemerintah daerah segera memberi solusi.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Hasyim (46) salah seorang penjual bakso di Kotamobagu datang sekitar pukul 07.00 Wita di pangkalan gas LPG tiga kilogram di kelurahan Gogagoman, Kotamobagu, Jumat 13 Maret 2026.

Ia datang dengan satu buah tabung gas LPG berwarna hijau ditangannya.

Menurutnya, ini adalah kali kedua dia datang untuk antri beli gas disini.

"Tadi malam sudah darisini juga, tapi habis. Kami yang tidak kebagian diminta datang pagi ini," ujarnya dengan nada lesu.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tambah 351.120 Tabung LPG 3 Kg di Sulut

GAS LPG - Potret antrian warga yang hendak membeli gas LPG 3 kilogram di kelurahan Gogagoman, Kotamobagu, Jumat 13 Maret 2026.
GAS LPG - Potret antrian warga yang hendak membeli gas LPG 3 kilogram di kelurahan Gogagoman, Kotamobagu, Jumat 13 Maret 2026. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Meskipun sudah datang pagi, ayah dua orang anak ini mengaku tak langsung kebagian.

Dirinya harus menunggu selama tiga jam untuk dapat gas tiga kilogram tersebut.

"Harus antri lagi, paling lama tiga jam," ucapnya.

Pria asal Jawa Timur yang mengadu nasib di Kotamobagu ini mengatakan sudah sejak awal puasa gas agak susah dicari.

Hal ini berdampak pada usaha bakso yang digelutinya.

"Kalau tidak ada gas, saya tak bisa jualan," ujarnya.

"Sedangkan Idul Fitri sudah semakin dekat, saya harus kirim uang untuk anak dan istri," tegas dia.

Sementara itu, Fadillah warga lainnya mengaku harus membeli gas LPG tiga kilogram dengan harga fantastis.

"Kalau tidak dapat di pangkalan, saya harus beli sampai Rp 40 ribu di warung," ujarnya.

Penjual takjil di Kotamobagu itu mengatakan terpaksa harus merogoh kantong lebih banyak.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved