Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wisata ke Tanah Suci Israel, Berdoa di Tembok Ratapan

TEMBOK ini merupakan dinding batu yang menjulang sekitar 18,9 m dari atas tanah.

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:

Tembok Ratapan atau Tembok Barat di Yerusalem, diyakini oleh banyak orang sebagai sisa‑sisa dari salah satu dinding sebuah kuil Yahudi besar atau dinding yang mengelilingi halaman kuil.

TEMBOK ini merupakan dinding batu yang menjulang sekitar 18,9 m dari atas tanah. Tembok ini dianggap situs sakral oleh orang Yahudi, dan ribuan orang berziarah di sana setiap tahun.

Tembok Ratapan merupakan sumber sengketa antara orang Yahudi dan Muslim. Orang Islam menganggap tembok ini menjadi bagian dari masjid kuno dan tempat nabi Muhammad mengikat kuda bersayapnya (Buraq) selama perjalanan Isra Mi'raj.

Tembok Kuil
Orang Yahudi menganggap dinding tersebut sebagai bagian dari sebuah kuil Yahudi yang disebut juga Bait Suci Kedua yang telah berdiri selama ratusan tahun.

Raja Herodes memerintahkan renovasi dan perluasan kuil sekitar tahun 19 SM, dan pekerjaan itu tidak selesai sampai sekitar 50 tahun kemudian.

Kuil ini lantas dihancurkan oleh Roma sekitar tahun 70 M, hanya beberapa tahun setelah selesai. Tembok Ratapan secara luas diyakini sebagai satu‑satunya bagian yang masih berdiri.

Setelah kuil itu hancur, banyak orang Yahudi mulai pergi ke dinding yang tersisa untuk meratapi kehancuran kuil dan untuk berdoa.

Tembok Ratapan merupakan nama yang diberikan oleh orang non‑Yahudi ketika melihat orang‑orang Yahudi meratap sana.

Orang Yahudi sebenarnya menamai tembok tersebut sebagai Tembok Barat, atau Kotel HaMaaravi dalam bahasa Ibrani.

Tembok Al‑Buraq
Banyak Muslim percaya bahwa dinding tersebut tidak ada hubungannya dengan Yudaisme kuno. Orang Islam merujuk tembok tersebut sebagai Tembok Al‑Buraq, diambil dari nama kuda bersayap yang ditunggangi Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra' Mi'raj.

Kepercayaan Islam menyatakan bahwa Al‑Buraq diikat ke dinding sementara Nabi naik ke surga untuk bertemu dengan Tuhan.

Banyak Muslim juga percaya bahwa tembok tersebut merupakan bagian dari Masjid Al‑Aqsa kuno, dan bahwa orang Yahudi baru mulai berdoa di tembok tersebut sampai setidaknya abad ke‑16.

Penguasa Tembok
Selama lebih dari 3.500 tahun, Yerusalem berulang kali dikuasai oleh berbagai penakluk yang berbeda. Penguasaan Tembok Ratapan terus menjadi titik pertikaian hingga abad ke‑20 dan awal abad ke‑21.

Pemimpin Arab mengontrol wilayah Tembok Ratapan selama bagian pertama abad ke‑20. Namun dengan berdirinya Israel, Yahudi menguasai tembok tersebut pada tahun 1967.

Meskipun tetap terjadi permusuhan antara Yahudi dan Muslim, Tembok Ratapan telah menjadi situs rekonsiliasi antara Yahudi dan Katolik.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved