Pendidikan
Tangan Patah Mata Kiri Buta, Kamebun Tetap Ikut UN
Apapun dilakukan demi pendidikan, meski kondisi tubuh tak memungkinkan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Apapun dilakukan demi pendidikan, meski kondisi tubuh tak memungkinkan tak sedikit siswa tak kenal menyerah untuk berusaha meraih kelulusan. Hal tersebut yang dilakukan oleh Steven Kamebun, peserta Ujian Nasional dari SMA Nasional, Senin (16/4/2012). Kamebun sebelum pelaksanaan UN mengalami kecelakaan parah hingga harus cedera patah tulang di di tangan kanan dan buta di mata kiri.
"Saya tadi mengambil dia (Kamebun) dari rumah sakit lalu saya antar ke sini untuk ujian lalu saya kembalikan lagi ke rumah sakit," ujar Max Irot, Kepala sekolah SMA Nasional kepada Tribun Manado. Menurut Irot kondisi siswanya tersebut sangat memprihatinkan karena dengan tangan patah harus menggunakan penyangga lengan lalu mata kiri yang diperban tetap memiliki semangat untuk ikut ujian.
Sebanyak 25 siswa SMA Nasional menjadi peserta UN di SMA Negeri I Manado, jumlah siswa yang sedikit membuat siswa SMA Nasional nebeng untuk UN. Ia berharap perjuangan siswanya tak sia-sia dan ke-25 siswanya bisa lulus UN.
Sementara itu tercatat satu siswi SMA Negeri I Manado pingsan sebelum UN berlangsung. Siswi tersebut pingsan saat pengarahan. Kepala Sekolah SMA Negeri I Manado Djeki Kojo, membenarkan kejadian tersebut, memang ada satu siswi pingsan namun akhirnya bisa mengikuti UN kembali.
"Aduh siapa namanya ya, saya tak sempat tanya, tapi sepertinya karena hari pertama sehingga ia gugup," jelas mantan Kepsek SMA Negeri 9 Manado ini.
Menurutnya kondisi tersebut merupakan hal yang biasa, yang terpenting siswinya tersebut kembali bisa mengikuti ujian dengan baik. "Dulu saat saya Kepsek di SMA 9 bahkan ada peserta ujian yang tiba-tiba tak bisa melihat. Ternyata ia dalam masa pengobatan, mungkin karena tertekan dnegan soal yang dikerjakan, lalu seperti itu, akhirnya saya izinkan pulang," jelasnya. Sedangkan untuk siswi yang pingsan tadi hanya sebentar dan yang bersangkutan bisa kembali mengikuti UN.
Terkait pelaksanaan UN di Manado, Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan yang memantau di sejumlah lokasi mengatakan pelaksanaan UN saat ini berjalan lancar. 'Sejauh ini saya tak menemukan kendala atau dugaan penyimpangan. Soal yang dikabarkan rentan bocor itu nyatanya tak terjadi," ujarnya. Ia berharap pelaksanaan UN bisa berjalan lancar hingga selesai nanti.
Hal senada disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Sulut Ayub Ali, ia bersama tiga anggota lainnya bersama Wawali Manado ikut memantau jalannya UN. Ia menilai pelaksanaan UN berjalan baik dan tak menemukan dugaan kecurangan atau kebocoran soal. Komisi IV DPRD Sulut lainnya yang ikut rombongan antara lain Ivone Bentelu, Winda Natalia Titah dan Veronika Ponto. Selain itu anggota DPD RI Perwakilan Sulut Marhany Pua juga ikut mendampingi dalam pantauan UN. Rombongan Wawali Manado mengawali pantauan dan membuka naskah ujian di di SMK Negeri I Manado kemudian dilanjutkan di SMA Negeri I Manado lalu terakhir ke SMA Katolik Rex Mundi.
Jumlah peserta UN di tiga sekolah yang dipantau :
SMKN I Manado sebanyak 891 siswa
SMAN I Manado ada 679 siswa ditambah 25 SMA Nasional dan 17 SMA Wirakarya. Total jumlah peserta di SMAN I 721 siswa.
SMA Katolik Rex Mundi 291 siswa. (rob)