Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolsel

Kerukunan Umat Beragama di Bolsel Sulawesi Utara, 3 Rumah Ibadah Dibangun Berdampingan

Tiga rumah ibadah berdampingan di area kantor Bupati Bolsel, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan, Sulut.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Nielton Durado
RUMAH IBADAH - Tiga rumah ibadah berdampingan di area kantor Bupati Bolsel, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara. Ketiga rumah ibadah tersebut adalah Masjid Amirul Mukminin, Gereja Bukit Hermon, dan Pura Amerta Segare. Pemandangan ini layak membuat Bolsel dinobatkan sebagai daerah toleransi. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BOLSEL - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bisa dinobatkan sebagai laboratorium kerukunan umat beragama.

Pasalnya, daerah yang ada diujung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini mempunyai ikon tiga rumah ibadah yang dibangun secara berdampingan.

Tiga rumah ibadah tersebut dibangun di area kantor Bupati Bolsel, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki.

Ketiga rumah ibadah tersebut adalah Masjid Amirul Mukminin, Gereja Bukit Hermon, dan Pura Amerta Segare.

Tiga rumah ibadah ini diresmikan pada tahun 2020 oleh Gubernur Olly Dondokambey.

Namun, ide pembangunan ketiga rumah ibadah di Kabupaten Bolsel datang dari mantan Bupati Bolsel H Herson Mayulu.

Sosok Herson Mayulu bahkan disebut-sebut sebagai tokoh toleransi di Sulut. 

Usai diresmikan, tiga rumah ibadah tersebut langsung digunakan oleh tiga agama berbeda.

Bahkan warga muslim, hindu, dan kristen, sering melakukan ibadah subuh secara bersamaan tanpa saling mengganggu.

RUMAH IBADAH - Tiga rumah ibadah berdampingan di area kantor Bupati Bolsel
RUMAH IBADAH - Tiga rumah ibadah berdampingan di area kantor Bupati Bolsel, Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara. Ketiga rumah ibadah tersebut adalah Masjid Amirul Mukminin, Gereja Bukit Hermon, dan Pura Amerta Segare. Pemandangan ini layak membuat Bolsel dinobatkan sebagai daerah toleransi.

Kehadiran tiga rumah ibadah tersebut juga sering dijadikan lokasi wisata religi bagi wisatawan.

Ferdinand, salah seorang warga dari Kota Manado mengatakan, Kabupaten Bolsel layak dijadikan daerah percontohan kerukunan.

"Ini contoh toleransi yang harus terus dijaga," kata dia ketika ditemui, Jumat 20 Februari 2026.

"Kita hidup di negara yang majemuk, saling menghormati dan menghargai adalah keindahan dari perbedaan tersebut," ucapnya.

Hal senada dikatakan Kadek warga lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved