Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dinkes Bolmong

Dinkes Bolmong Sulawesi Utara Lakukan Fogging Massal di Desa Solimandungan Satu dan Dua

Mengantisipasi penyakit pascabanjir, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, melalui Dinas kesehatan melakukan pengasapan

Tayang:
Penulis: Sujarpin Dondo | Editor: Rizali Posumah
Dok. Kominfo Bolmong
PEMKAB BOLMONG - Mengantisipasi penyakit pascabanjir, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), melalui Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (Fogging) massal di wilayah terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu, Minggu (31/05/2026). Wilayah terdampak banjir seperti desa Solimandungan Satu dan Solimandungan Dua di Kecamatan Bolaang di Fogging agar penyakit bisa dicegah. 

Ringkasan Berita:
  • Mengantisipasi penyakit pascabanjir, Pemerintah Bolmong, Sulut, melalui Dinas kesehatan melakukan pengasapan (Fogging) massal di wilayah terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
  • Wilayah terdampak banjir seperti desa Solimandungan I dan Solimandungan II Kecamatan Bolaang di Fogging agar penyakit bisa dicegah.
  • I Ketut Kolak Kepala Dinkes Bolmong mengatakan kegiatan Fogging massal ini dilakukan untuk tindakan pencegahan penyebaran penyakit pasca banjir terutama penyakit yang ditularkan nyamuk.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLMONG - Mengantisipasi penyakit pascabanjir, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), melalui Dinas Kesehatan melakukan pengasapan (Fogging) massal di wilayah terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu, Minggu (31/05/2026).

Wilayah terdampak banjir seperti desa Solimandungan Satu dan Solimandungan Dua di Kecamatan Bolaang di Fogging agar penyakit bisa dicegah.

I Ketut Kolak Kepala Dinkes Bolmong mengatakan kegiatan Fogging massal ini dilakukan untuk tindakan pencegahan penyebaran penyakit pasca banjir, terutama penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

"Kita lakukan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karna biasanya pasca banjir banyak kubangan air yang jadi tempat berkembang biak nyamuk," ucapnya.

Kolak mengatakan bahwa 6 orang diturunkan untuk melakukan Fogging.

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga turut di dilakukan tenaga kesehatan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terdampak.

PHBS yang dimaksud seperti membersihkan genangan air, menutup tempat penampungan air, serta membuang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Menurutnya, kewaspadaan terhadap penyakit pascabanjir harus menjadi perhatian bersama.

Selain DBD, masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit lain seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, hingga leptospirosis yang kerap muncul setelah terjadi bencana banjir.

"Pencegahan jauh lebih penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, diare, batuk, maupun keluhan kesehatan lainnya setelah banjir,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan banjir bandang selama 14 hari, terhitung sejak 27 Mei hingga 9 Juni 2026. 

Penetapan tersebut dilakukan setelah ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum terdampak banjir di wilayah Solimandungan dan sekitarnya.

Melalui langkah cepat yang dilakukan Dinas Kesehatan, pemerintah berharap potensi munculnya wabah penyakit pascabanjir dapat ditekan sehingga proses pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan dengan baik.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved