Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tambang di Bolmong

Camp Penambang Manual di Bakan Bolmong Dibakar, Warga Kehilangan Penghasilan

Pasalnya, camp penambang manual yang ada di lokasi Hakim desa Bakan, dibakar oleh oknum security PT JRBM dan Polres Kotamobagu.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Alpen Martinus
Dok.Warga/Tidak Ada
DIBAKAR - Camp tambang manual yang dibakar oleh polisi dan PT JRBM di lokasi Hakim, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara. Penambang kehilangan mata pencaharian. 

Ringkasan Berita:1. Penambang manual yang ada di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, harus kehilangan mata pencahariannya. 

2.Camp penambang manual yang ada di lokasi Hakim desa Bakan, dibakar oleh oknum security PT JRBM dan Polres Kotamobagu.
3. Deni Santri Podomi salah seorang penambang asal Bakan, mengatakan saat ini warga tak bisa bergantung pada hasil perkebunan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Penambang manual yang ada di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, harus kehilangan mata pencahariannya. 

Pasalnya, camp penambang manual yang ada di lokasi Hakim desa Bakan, dibakar oleh oknum security PT JRBM dan Polres Kotamobagu.

Belasan camp tambang manual yang menjadi mata pencaharian warga rata dibakar. 

Baca juga: Ketua KSPSI Tommy Sampelan Usulkan Petarung Bagi Buruh Tambang di Sulut

Menurut Deni Santri Podomi salah seorang penambang asal Bakan, mengatakan saat ini warga tak bisa bergantung pada hasil perkebunan. 

Pasalnya, air sudah sangat tercemar dengan aktivitas pertambangan oleh PT JRBM. 

Selain itu, saat hujan warga di desa Bakan selalu dihantui dengan rasa takut akan banjir. 

"Kami tidak punya pilihan lain selain menambang di lokasi Hakim ini. Tapi tak ada alat berat, hanya manual," ujarnya, Rabu 6 Mei 2026. 

Namun, kini mereka seakan diusir oleh Polres Kotamobagu dan PT JRBM. 

Camp hingga mesin mereka yang ada di lokasi pertambangan Hakim ludes terbakar. 

"Kami hanya cari makan, tapi sekarang malah diusir. Semua camp habis dibakar," tegasnya. 

Ia mengaku banyak lokasi pertambangan ilegal yang menggunakan alat berat tapi tak tersentuh penertiban.

Namun, mereka yang hanya cari makan dengan tambang manual malah diusir. 

"Kalau seperti ini anak dan istri kami tak bisa makan. Dari pemerintah juga tak ada solusi sama sekali," ujarnya. 

"Sekarang kami malah diusir oleh perusahaan di tanah sendiri. Tolonglah pakai hati," tegas dirinya. 

Sementara itu, Kabag Ops Polres Kotamobagu AKP Rusdin Zima mengatakan pihaknya memang melakukan operasi bersama PT JRBM. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved