Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo Tuntutan DOB BMR

Anggota AP3BMR Demo di Jakarta, Ini Isi Tuntutannya

Anggota AP3BMR gelar demo di Jakarta terkait tuntutan kepada pemerintah pusat untuk segera mencabut moratorium DOB BMR.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Frandi Piring
Dok. AP3BMR.
DEMO - Anggota AP3BMR gelar demo di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026. Para pengunjuk rasa menyuarakan tuntutan kepada pemerintah pusat untuk segera mencabut moratorium DOB Bolaang Mongondow Raya (BMR) dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dok. AP3BMR. 
Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah melakukan dua kali aksi damai di Perbatasan Kabupaten Bolaang Mongondow dan Pusat Kota Kotamobagu.

Gelombang aspirasi masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali bergema di ibu kota Indonesia.

Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Aliansi Percepatan Pembentukan Pemekaran Provinsi Bolmong Raya (AP3BMR) serta aktivis dan mahasiswa peduli pemekaran, menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 April 2026.

Massa aksi datang dengan membawa sejumlah spanduk dan poster yang mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mencabut moratorium daerah otonomi baru (DOB).

Tuntutan utama mereka adalah percepatan pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR) yang dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi kesejahteraan masyarakat BMR.

"Dua dekade adalah waktu yang cukup panjang bagi kami menunggu untuk dimekarkan," ujar Parindo Potabuga Koordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi tersebut.

"Kami hadir disini bukan untuk kepentingan elit politik tertentu, tetapi untuk kepentingan semua masyarakat BMR. Kami bangkit mendesak pemerintah dibawah pimpinan Prabowo Subianto untuk segera cabut Moratorium," ujarnya lagi.

Tak sampai disitu, menurut koordinator aksi Riskal Mehi tujuan AP3BMR menyuarakan hal ini sampai ditelinga ibukota negara, adalah bahwa karena jarak koordinasi antara pusat, provinsi dan daerah saat ini menghambat akselerasi pembangunan lima kabupaten/kota di BMR.

"Jangan pernah menyediakan kuburan bagi kebenaran, karena kebenaran tidak akan pernah mati," tegasnya. 

"Mekarkan provinsi Bolmong Raya, Kami mendesak Presiden Prabowo segera perintahkan cabut Moratorium," teriak mantan Ketua KPMIBS ini.

Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan aman.

Massa hanya memenuhi satu lajur jalan di depan Istana untuk memastikan arus lalu lintas tetap mengalir.

Puluhan personel kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi guna mengawal jalannya penyampaian pendapat.

AP3BMR pun akan melakukan dialog hingga aksi damai di dua titik lainnya, yakni Kemendagri dan Mabes Polri. (Nie)

Baca juga: Demo Aliansi Masyarakat Peduli Binadou di Boltara, Desak Pemda Cabut Dukungan Provinsi BMR

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved