Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir di Bolmong

Bantu Warga Terdampak Banjir Bolaang Mongondow Sulut, Kodim 1303/BM Siagakan Prajurit Koramil

Kodim 1303/Bolaang Mongondow gerak cepat bantu warga terdampak banjir di tiga desa Kecamatan Bolaang, Rabu (27/5/2026).

Tayang:
Penulis: Sujarpin Dondo | Editor: Ventrico Nonutu
Istimewa/Kodim 1303/BM
BANJIR - Komando Distrik Militer (Kodim) 1303/Bolaang Mongondow, gerak cepat bantu warga terdampak banjir di tiga desa Kecamatan Bolaang, Rabu (27/5/2026). Proses pembersihan material lumpur dan kayu masih terus dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. 
Ringkasan Berita:
  • Tiga desa di Kecamatan Bolaang, Bolmong, terdampak banjir, Rabu (27/5/2026).
  • Kodim 1303/Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), gerak cepat bantu warga terdampak.
  • Proses pembersihan material lumpur dan kayu masih terus dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Bolmong - Komando Distrik Militer (Kodim) 1303/Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), gerak cepat bantu warga terdampak banjir di tiga desa Kecamatan Bolaang, Rabu (27/5/2026).

Atas perintah Dandim setidaknya prajurit 6 Koramil terjun untuk diperbantukan penanganan banjir di Desa Komangaan, Desa Solimandungan satu dan Solimandungan 2.

"Sekarang kami terjunkan prajurit dari 6 Koramil yakni Koramil 1303-01/Kotamobagu, Koramil 1303-02/Passi, Koramil 1303-03/Modayag, Koramil 1303-09/Bolaang, Koramil 1303-10/Poigar dan Koramil 1303-11/Lolak," ucap Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo.

Dari keenam Koramil ini ada sekitar 60 prajurit yang turut memberikan kontribusi dalam penanganan banjir.

“Dalam situasi seperti ini, kehadiran TNI harus benar-benar dirasakan masyarakat. Kami akan terus bersama warga sampai kondisi kembali normal. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Dandim Bolmong juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Hingga saat ini, proses pembersihan material lumpur dan kayu masih terus dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

(TribunManado.co.id/Pin)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved