Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BBM di Bolmong

Curhat Warga Lolak Bolmong yang Terpaksa Beli BBM Eceran Gara-Gara Dexlite Naik Tinggi

Bulan April 2026, masyarakat Sulawesi Utara dikejutkan dengan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Nielton Durado
SPBU - SPBU di wilayah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Suasana di jalur pengisian BBM non subsidi tampak lengang dan sepi pembeli. 

Ringkasan Berita:
  • Bulan April 2026, masyarakat Sulawesi Utara dikejutkan dengan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.
  • Setidaknya, terdapat tiga jenis BBM non subsidi yang mengalami kenaikan harga hingga membuat para konsumen gigit jari.
  • Ironisnya, kenaikan ini terjadi secara mendadak tanpa diketahui oleh banyak warga.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan April 2026, masyarakat Sulawesi Utara dikejutkan dengan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Setidaknya, terdapat tiga jenis BBM non subsidi yang mengalami kenaikan harga hingga membuat para konsumen gigit jari.

Ironisnya, kenaikan ini terjadi secara mendadak tanpa diketahui oleh banyak warga.

Minimnya sosialisasi membuat sejumlah pengendara terpaksa memutar otak demi tetap bisa melajukan kendaraannya.

Fenomena menarik terpantau di lapangan.

Di mana pengguna BBM jenis Dexlite kini mulai beralih mencari penjual eceran akibat lonjakan harga di SPBU yang dinilai terlalu tinggi.

Zulhan, seorang warga Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, yang menggunakan mobil Toyota Fortuner, mengaku sangat terpukul dengan kebijakan harga baru ini. 

Ia terpaksa membeli BBM di pedagang eceran karena merasa tidak siap dengan harga di SPBU.

"Saya tadi terpaksa beli eceran, karena kenaikan harga Dexlite benar-benar bikin kaget," ujar Zulhan kepada media, Minggu (19/4/2026).

Zulhan membeberkan bahwa dirinya baru mengetahui kenaikan harga tersebut saat berada di depan pompa bensin.

Berdasarkan keterangan petugas SPBU, kenaikan harga jenis Dexlite mencapai nyaris Rp 10.000 per liternya.

"Kaget. Kaget sekali, karena sebelumnya tidak ada sosialisasi," tuturnya dengan nada kecewa.

Ia pun mengaitkan kenaikan harga ini dengan situasi geopolitik global, khususnya ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah.

Zulhan berharap ketegangan di Selat Hormuz segera mereda agar harga energi dunia kembali stabil.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved