Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Kosio

Breaking News, Rumah di Kosio Lorong Mamonto Terbakar, Warga : Rahmat Punya, Somo Hari Raya Kasiang

Dalam siaran langsung itu, perekam menyebut rumah tersebut milik seorang warga bernama Rahmat.

|
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Dokumen Pribadi/Tangkapan Layar Facebook Romi Gugul
KEBAKARAN - Sebuah rumah warga dilaporkan terbakar di wilayah Kosio, tepatnya di lorong Mamonto, Senin 16 Maret 2026. Dari rekaman siaran langsung di Facebook milik akun Romi Gugul, terlihat rumah berwarna hijau dilalap api.  

Ringkasan Berita:
  • Sebuah rumah milik warga bernama Rahmat terbakar di kawasan Kosio, lorong Mamonto.
  • Api dengan cepat membesar hingga menimbulkan asap hitam tebal.
  • Warga tidak dapat memadamkan api karena tidak ada air dan panasnya kobaran api, sementara mobil pemadam kebakaran disebut sedang menuju lokasi

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info tribun breaking news hari ini.

Sebuah rumah warga dilaporkan terbakar di wilayah Kosio, tepatnya di lorong Mamonto, Senin 16 Maret 2026 pagi.

Dari rekaman siaran langsung di Facebook milik akun Romi Gugul, terlihat rumah berwarna hijau dilalap api. 

Kobaran api membumbung tinggi dari bagian atap, sementara asap hitam tebal mengepul ke udara.

Di bagian depan rumah tampak pagar bercat merah putih.

Api terlihat semakin membesar dan menyebar ke bagian dalam rumah.

Dalam siaran langsung itu, perekam menyebut rumah tersebut milik seorang warga bernama Rahmat.

“Rahmat pe rumah. Kasiang, somo hari raya kwa ini (Rumahnya Rahmat, ini sudah mau hari raya padahal, red),” ujar perekam dalam video.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong.

“Somo hari raya kasiang. Tidak ada orangnya lagi (Sudah mau hari raya padahal, tidak ada orangnya),” katanya.

Warga yang berada di sekitar lokasi terlihat tidak berani mendekat karena panasnya api yang semakin membesar.

Perekam juga mengatakan kondisi semakin sulit karena tidak ada sumber air untuk memadamkan api.

“Sonda mo riki ini, tidak ada air lagi (Tidak sempat ini, tidak ada air juga),” ujarnya.

Beberapa warga sebenarnya mencoba membantu memadamkan api, namun kobaran api yang besar membuat mereka tidak berani menyiram secara langsung.

“So panas sekali, harus pemadam ini (Sudah panas sekali, haru pemadan ini),” terdengar dalam rekaman.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved