Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jalan Berlubang di Bolmong

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Bantik Bolmong Tutup Lubang Jalan dengan Pohon Pisang

Kekesalan warga Desa Bantik, Bolaang Timur, Bolaang Mongondow (Bolmong) terhadap kondisi infrastruktur yang buruk akhirnya memuncak.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Nielton Durado
POHON PISANG - Kekesalan warga Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terhadap kondisi infrastruktur yang buruk akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang tepat di tengah lubang jalan trans Sulawesi. 

Ringkasan Berita:
  • Kekesalan warga Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow terhadap kondisi infrastruktur yang buruk akhirnya memuncak.
  • Sebagai bentuk protes keras, warga nekat menanam pohon pisang tepat di tengah lubang jalan trans Sulawesi yang kian memprihatinkan.
  • Aksi ini merupakan respons atas lambatnya penanganan dari pemerintah, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Kekesalan warga Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terhadap kondisi infrastruktur yang buruk akhirnya memuncak.

Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang tepat di tengah lubang jalan trans Sulawesi.

Aksi ini merupakan respons atas lambatnya penanganan dari pemerintah, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara.

Salah seorang warga, Sandy, mengungkapkan bahwa kondisi jalan saat ini sudah berada pada level yang membahayakan.

Menurutnya, kerusakan ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tapi sudah memakan korban.

"Sekarang kerusakannya sudah sangat parah," ungkapnya pada Jumat (20/02/2026).

Sandy menambahkan bahwa warga setempat sebenarnya tidak tinggal diam dan sempat berupaya melakukan perbaikan mandiri, namun hasilnya nihil karena faktor cuaca.

"Bahkan pernah ada yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak ini," katanya lagi.

"Pernah ditampal oleh warga pakai semen, tapi karena hujan rusak lagi. Malahan kini lubangnya kian besar dan membahayakan pengendara," tegas Sandy.

Senada dengan Sandy, Samsu, warga lainnya, meminta pihak BPJN Sulut untuk segera turun tangan dan tidak mengabaikan kondisi jalan di wilayah Bolmong.

Ia menilai ada penurunan kualitas kinerja dari instansi terkait dalam beberapa waktu terakhir.

"Di Bantik ini hanya salah satunya. Dari Poigar sampai Inobonto ada puluhan lubang jalan yang tak diperbaiki," ujar pria dua anak ini.

Ia berharap aksi tanam pohon pisang ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera melakukan pengaspalan kembali.

"Banyak sekali jalan rusak yang dibiarkan, apalagi di Bolmong. Makanya saya minta agar BPJN Sulut bisa segera melakukan perbaikan," pungkasnya.

Tentang Desa Bantik

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved