Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir di Bolmong

57 Rumah di Komangaan Bolmong Terdampak Banjir, BPBD Minta Warga Waspada

Dari data yang diperoleh Tribunmanado.com, Minggu 21 September 2025 di BPBD Bolmong tercatat ada 57 rumah warga yang terdampak banjir.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Warga
BANJIR - Kondisi rumah warga desa Komangaan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara yang terdampak banjir. Dari data yang diperoleh Tribunmanado.com, Minggu 21 September 2025 di BPBD Bolmong tercatat ada 57 rumah warga yang terdampak banjir. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hujan deras yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menyebabkan puluhan rumah di desa Komangaan, Kecamatan Bolaang, Sulawesi Utara, terdampak banjir.

Dari data yang diperoleh Tribunmanado.com, Minggu 21 September 2025 di BPBD Bolmong tercatat ada 57 rumah warga yang terdampak banjir.

Kabid Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan mengatakan sedikitnya ada 170 warga yang terdampak banjir tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu 20 September 2025. 

Ia mengatakan air datang dari pegunungan Tudulimu tak mampu ditampung drainase desa.

Hal ini menyebabkan luapan hingga ke puluhan rumah warga.

"Genangan air mencapai 50 centimeter dan merendam sedikitnya 57 rumah warga," ungkapnya.

Ia mengatakan ada dua dusun yang terdampak banjir di desa Komangaan.

Meski begitu, Paputungan menegaskan kondisi banjir tidak berlangsung lama.

Air mulai surut beberapa jam kemudian, sehingga warga bisa kembali menempati rumah masing-masing.

Namun, ia mengingatkan bahwa peristiwa ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat agar lebih waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Di lapangan, tim reaksi cepat BPBD Bolmong langsung bergerak memantau situasi.

Mereka melakukan pendataan, sekaligus memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.

Beberapa warga mengaku sempat panik ketika air mulai merangsek masuk ke rumah, terutama keluarga dengan anak kecil dan lansia.

“Air tiba-tiba saja masuk cukup cepat. Untungnya tidak sampai merusak barang-barang, hanya sebagian perabot rumah basah,” kata Ninda warga Desa Komangaan.

Meski genangan sudah surut, aktivitas warga sempat terganggu.

Beberapa keluarga masih harus menjemur perabot dan kasur yang terendam.

Sementara sebagian lainnya membersihkan lumpur yang terbawa arus.

Paputungan menekankan, banjir ini menjadi peringatan dini.

Menurutnya, wilayah Bolmong dengan kondisi perbukitan dan aliran sungai berpotensi besar menghadapi bencana hidrometeorologi, baik banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.

“BPBD terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan. Curah hujan tinggi yang sering turun belakangan ini berpotensi menimbulkan bencana sewaktu-waktu,” ujarnya.

Pemerintah desa juga diminta lebih memperkuat koordinasi dengan aparat kecamatan dan BPBD agar langkah penanganan bisa lebih cepat bila kejadian serupa terulang.

Selain itu, masyarakat diharapkan memperhatikan kebersihan drainase lingkungan agar aliran air tidak tersumbat.

Hingga pagi tadi, kondisi di Desa Komangaan berangsur pulih.

Aktivitas warga mulai kembali normal, meski sejumlah rumah masih terlihat dalam proses pembersihan.

BPBD Bolmong tetap menempatkan tim siaga di beberapa titik rawan untuk mengantisipasi laporan warga apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.

Bencana yang terjadi di Komangaan ini menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca ekstrem tidak boleh diabaikan.

Kerja sama antara pemerintah, aparat desa, dan warga menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana di kemudian hari.

Tentang Bolmong

Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki sejarah panjang dan kekayaan sumber daya alam melimpah.

Sebelum pemekaran, wilayah ini mencakup seluruh kawasan Bolaang Mongondow Raya, menjadikannya salah satu kabupaten terluas di Sulawesi Utara.

Ibu kota Kabupaten Bolmong saat ini adalah Lolak. Jarak dari Lolak ke Manado Ibu Kota Provinsi Sulut yakni 155,4 kilometer. Dengan menggunakan kendaraan bermotor, jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu 3 jam 41 menit. 

Perekonomian daerah ini sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan.

Produk unggulan dari sektor pertanian mencakup padi, jagung, dan cengkeh, sementara sektor pertambangan memiliki potensi bijih besi dan emas.

Bolmong juga kaya akan kebudayaan dan tradisi masyarakat suku Bolaang Mongondow yang masih kental.

Saat ini, Kabupaten Bolmong dipimpin oleh Bupati Yusra Alhabsy dan Wakil Bupati Dony Lumenta. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025. (Nie) 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Peringati Hari Ozon, Dua Komunitas Pecinta Alam di Manado Tanam Pohon dan Bersihkan Drainase

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved