Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pasar Girian

Harga Cabai Keriting dan Bawang Merah Naik, Ini Update Harga Bahan Dapur di Pasar Girian Bitung

Harga beberapa bahan dapur di Pasar Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengalami sedikit kenaikan pada Selasa (23/9/2025). 

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Fistel Mukuan
PASAR GIRIAN - Pasar Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengalami sedikit kenaikan pada Selasa (23/9/2025). Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas cabai rawit dan bawang merah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga beberapa bahan dapur di Pasar Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengalami sedikit kenaikan pada Selasa (23/9/2025). 

Pasar Girian terletak di Jalan Raya Manado - Bitung, Girian Indah, Kecamatan Girian, Bitung.

Pasar tradisional ini dikelola oleh Perumda Pasar Kota Bitung dan menyediakan beragam kebutuhan pokok. 

Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas cabai rawit dan bawang merah.

Indi Tulangow, pemilik salah satu kios bahan pokok di pasar tersebut, mengungkapkan stok bahan lancar.

"Cabai keriting naik sedikit. Biasanya 28 sampai 30 ribu per kilo, sekarang sudah 35 ribu," jelas Indi saat ditemui di kiosnya.

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan harga.

"Sekarang bawang merah sudah 45 ribu per kilo. Biasanya cuma 40 ribu," tambahnya.

Sementara itu, katanya harga komoditas lainnya masih relatif stabil. 

Berikut daftar harga bahan dapur per kilogram di Pasar Girian per 23 September 2025.

• Bawang putih: Rp40.000

• Bawang merah: Rp45.000

• Cabai Rawit (rica): Rp60.000

• Cabai keriting, Rp35.000

• Tomat: Rp5.000

• Poki-poki: Rp8.000

• Akar kuning: Rp10.000

• Kentang: Rp22.000

• Brenebon (kacang merah): Rp35.000

• Kemiri: Rp50.000

• Goraka (jahe): Rp28.000.

Tentang Bitung

Kota Bitung adalah sebuah kota pesisir yang terletak di ujung timur laut Provinsi Sulawesi Utara.

Jarak dari Kota Bitung ke Manado adalah sekitar 51,7 kilometer. Jarak dapat ditempuh 53 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Wilayahnya meliputi daratan di kaki Gunung Dua Saudara dan Pulau Lembeh, yang dipisahkan oleh Selat Lembeh yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. 

Berkat posisinya yang strategis, Bitung berkembang menjadi pusat industri, khususnya industri perikanan.

Karena kekayaan lautnya, kota ini dijuluki sebagai "Kota Cakalang" dan dikenal dengan kuliner khasnya, seperti Cakalang Fufu.

Selain perikanan, Bitung juga ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada pengolahan kelapa untuk komoditas ekspor.

Selain dikenal sebagai kota industri dan pelabuhan, Bitung juga menawarkan daya tarik wisata alam yang beragam.

Terdapat Taman Nasional Tangkoko yang menjadi habitat bagi satwa langka, seperti tarsius dan monyet hitam jambul.

Di sisi lain, Selat Lembeh menawarkan pengalaman menyelam unik yang terkenal dengan biota lautnya yang berwarna-warni.

Penduduk Bitung memiliki keberagaman suku, didominasi oleh suku Minahasa sub-etnis Tonsea dan suku Sangir. (fis)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved