Lirik Lagu

Lirik Lagu Bodohnya Aku - Lyodra, Mengapa Hanya Diriku Yang Terluka

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LIRIK LAGU - Ilustrasi. Penyanyi Lyodra merilis lagu berjudul Bodohnya Aku. Lagu ini tayang di kanal YouTube Lyodra Official pada 22 Agustus 2025, dan merupakan karya Lyodra bersama Clara Riva dan S/EEK.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyanyi Lyodra merilis lagu berjudul “Bodohnya Aku”.

Lagu ini tayang di kanal YouTube Lyodra Official pada 22 Agustus 2025.

"Bodohnya Aku" merupakan karya Lyodra bersama Clara Riva dan S/EEK.

Sehari setelah dirilis, video “Bodohnya Aku” telah ditonton lebih dari 230.797 kali dan menempati posisi keenam di tangga lagu musik YouTube.

Lagu ini menggambarkan dilema cinta yang kerap dialami banyak orang: ketika logika menyarankan untuk pergi tetapi hati memilih untuk tetap bertahan.

Lirik Lagu Bodohnya Aku

Satu yang tak kan ku lupa
Janjimu kan setia
Entah ke mana perginya
Coba jelaskan padaku
Yang terjadi di antara kita

Aku harus bagaimana?
Kamu datang semaunya
Mengapa hanya diriku yang terluka
Ini hati, tolong hargai

Entah kemana perginya
Coba jelaskan padaku
Yang terjadi di antara kita
Aku harus bagaimana?
Kamu datang semaunya
Mengapa hanya diriku yang terluka
Ini hati tolong hargai

Coba ingat-ingat lagi
Kisah yang kita lalui
Bodohnya ku masih setia menantimu
Tuk kembali mencintai

Kamu yang ku perjuangkan
Takkan mudah untuk kulepaskan
Hingga kini sampai nanti
Tetap di hati

Datang semaunya
Mengapa hanya diriku yang terluka
Ini hati, tolong hargai
Coba ingat-ingat lagi
Kisah yang kita lalui
Bodohnya ku masih setia menantimu kembali
Mencintai

Sekilas Tentang Lagu Bodohnya Aku

Lagu ini bercerita tentang kekecewaan mendalam seorang kekasih yang dikhianati janji setia.

Sejak bait awal, liriknya menegaskan tentang janji yang pernah terucap, namun justru berakhir luka karena pasangan datang dan pergi sesukanya tanpa penjelasan.

Baca juga: Lirik Lagu Jangan Pernah Kembali - Lyodra feat. Andi Rianto

Rangkaian lirik seperti “Aku harus bagaimana? Kamu datang semaunya, mengapa hanya diriku yang terluka?” menegaskan adanya rasa ketidakadilan yang dialami tokoh utama.

Ia merasa menjadi satu-satunya pihak yang berjuang, sementara sang kekasih tidak menghargai ketulusan tersebut.

Halaman
12

Berita Terkini