TRIBUNMANADO.CO.ID - Pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2025 akan segera ditutup dalam dua hari lagi, tepatnya pada Kamis, 18 Juli 2025.
Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah pendaftar yang terus melonjak, terutama di tiga sekolah kedinasan yang menjadi favorit utama lulusan SMA/SMK sederajat.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per Rabu, 16 Juli 2025 pukul 13.00 WIB, tercatat ribuan peserta telah mendaftarkan diri, namun tidak sedikit pula yang harus gugur karena tidak memenuhi syarat administrasi.
Baca juga: Kuliah Gratis Lulus Langsung Jadi CPNS, Ini Sekolah Kedinasan 2025 yang Sepi dan Paling Diminati
Persaingan ketat dan kuota terbatas membuat seleksi semakin kompetitif.
Jika kamu masih berniat mendaftar, inilah saat-saat krusial untuk segera melengkapi dan mengunggah berkas sebelum tenggat waktu berakhir.
Hingga hari ini, tercatat ada 115.707 pendaftar. Jumlah ini bisa bertambah karena pendaftaran ditutup pada 18 Juli 2025.
Dari hasil tersebut, sebanyak 93.711 pendaftar telah submit atau menuntaskan pendaftaran.
Namun ada 43.118 belum terverifikasi, dan sejumlah 48.440 pendaftar sudah verifikasi MS (Memenuhi Syarat) dan jumlah verif TMS (Tidak Memenuhi Syarat) sebanyak 2.153
Maka ada 2.153 orang yang dinyatakan tidak lolos di seleksi administrasi.
Tetapi siapa saja nama yang tidak lolos seleksi administrasi sekolah kedinasan 2025, baru bisa diketahui saat pendaftaran ditutup.
BKN mengimbau calon pendaftar harus cek data-data yang diupload agar tidak dinyatakan TMS.
"Saat melakukan pendaftaran, pastikan data Sobat BKN sudah sesuai dengan persyaratan yang diminta ya, karena kalau sudah submit hingga klik tahap akhir, datanya tidak bisa diperbaiki.
Baca pengumuman instansi Sekdin yang dilamar sebelum mendaftar," tulis BKN pada laman Instagram resminya, Rabu (16/7/2027).
3 Sekolah Kedinasan Banyak Pendaftar
Data yang ada menunjukkan PKN STAN kini menjadi posisi pertama sekolah kedinasan banyak pendaftar. PKN STAN didaftar 33.880 pendaftar
Sementara pada posisi kedua, ada IPDN dengan jumlah pendaftar 26.586 orang.
Kemudian untuk sekolah kedinasan dengan pendaftar yang gugur, terbanyak di sekolah kedinasan Kemenhub dengan total 1.319 orang. Disusul IPDN sebanyak 405 orang gagal lolos.
Baca tanpa iklan