TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa akan banyak kejutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
"Ya ditunggu aja, ditunggu aja ya, nanti banyak kejutan lah di 17 Agustus," kata Gibran seusai meninjau Sentra Lurik Tradisional di Dusun II, Desa Mlese, Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu, (9/7/2025).
Gibran belum mau membocorkan kejutan apa yang akan dihadirkan pada peringatan hari kemerdekaan nanti.
Ia juga belum mau berkomentar terkait lokasi upacara mendatang, apakah di Jakarta, atau di daerah lain.
Gibran meminta untuk menunggu kabar lebih lanjut mengenai lokasi upacara nanti.
"Tunggu aja ya, tunggu- tunggu," pungkasnya.
Terkait hal tersebut, Istana melalui Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO Hasan Nasbi mengatakan, pemerintah akan meluncurkan tiga program strategis menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.
Program tersebut diluncurkan untuk pemerataan pembangunan di Indonesia.
"Jadi akan ada tiga program yang akan diluncurkan oleh pemerintah sepanjang bulan Juli, dari awal sampai akhir bulan Juli ini. Ini merupakan bagian dari trisula program pemerintah untuk pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan," kata Hasan di Kantor PCO, Gambir, Jakarta, Selasa, (8/7/2025).
Trisula program pemerintah untuk pemerataan dan pengentasan kemiskinan tersebut meliputi sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi. Trisula program tersebut akan diluncurkan pada Juli ini.
"Senjata yang pertama itu adalah kesehatan, senjata kedua pendidikan, dan senjata ketiga adalah sosial ekonomi. Ada tiga program yang sangat besar, sangat masif juga yang akan diluncurkan di sepanjang bulan Juli ini, akan diresmikan oleh Bapak Presiden nanti," katanya.
Program pertama, kata Hasan yakni, Sekolah Rakyat yang akan diluncurkan pada akhir bulan ini.
Tahap awal ini pemerintah menargetkan berdirinya 100 sekolah rakyat dengan sistem asrama yang menyasar masyarakat miskin ekstrem.
“Ini akan ada seratus sekolah rakyat untuk tahun pertama yang akan menerima anak-anak dari keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrim," tuturnya.
Kedua, lanjut Hasan, yaitutu program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah. CKG yang menyasar siswa-siswi SD, SMP, dan SMA tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gigi, telinga, tekanan darah, termasuk juga kesehatan mental dan deteksi dini TBC.
Baca tanpa iklan