11. Stop politisasi GMIM.
12. Hentikan tunjangan-tunjangan Pendeta Hein Arina, karena tidak lagi melaksanakan tugas.
13. Periksa penggunaan dana hibah ke Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru Agama.
14. Jika BPMS tidak mengagendakan pelaksanaan SMSI pada bulan Juli 2025 dan Pendeta Hein Arina tidak mundur sebagai ketua BPMS, maka kami akan datang kembali dengan kekuatan yang lebih besar.
Diketahui, ratusan anggota Gerakan Reformasi GMIM hari ini, Rabu (11/6/2025), menggelar aksi damai di depan Kantor Sinode GMIM, Tomohon, Sulawesi Utara.
Aksi ini juga diikuti oleh sejumlah pendeta hingga tua-tua gereja dan tokoh jemaat dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.
Tujuan mereka yakni menyampaikan sebuah petisi yang di dalamnya menyoroti sejumlah isu penting terkait kepemimpinan GMIM, khususnya menyangkut Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, yang saat ini sedang menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi dana hibah pemerintah.
Koordinator Pelaksana Aksi Damai, Pendeta Joke Mangare menyampaikan, ada sejumlah petisi yang akan disampaikan secara lengkap kepada BPMS GMIM. “Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan menyerukan reformasi di tubuh GMIM,” ujarnya. (Pet)
-
Baca juga: Berita Populer Sulawesi Utara Rabu 11 Juni 2025