Sementara itu, jalan Sawangan–Tanggari, yang menghubungkan Minut dan Kabupaten Minahasa, juga sempat lumpuh akibat longsor dan pohon tumbang.
Sabtu malam, akses mulai dibuka secara terbatas.
Pantauan Tribunmanado.co.id menunjukkan lebih dari tiga titik longsor yang mengganggu lalu lintas.
Sistem buka tutup diterapkan bagi kendaraan roda dua, dengan pengaturan arus dari kedua arah.
Dua truk sempat terjebak di lokasi longsor, namun telah berhasil dievakuasi.
Material longsor yang menutup akses jalan mulai dibersihkan sejak Sabtu malam. Satu unit alat berat jenis loader milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut dikerahkan dari Tomohon ke lokasi.
Ia menambahkan, ini merupakan kejadian kedua dalam dua pekan terakhir.
BPJN telah dua kali menurunkan alat berat untuk menangani longsor di jalur Sawangan–Tanggari.
Pembersihan material longsor dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Babinsa, warga, perangkat desa, dan BPBD Minut.
Pada Sabtu malam juga terjadi insiden tambahan.
Saat proses pembersihan berlangsung, pohon jenis enau atau seho tumbang di jalan Sawangan–Tanggari.
"Pohon jenis enau atau pohon seho roboh saat petugas gabungan sementara melakukan pembersihan," kata Theo Lumingkewas.
Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian itu.
Pohon roboh langsung dievakuasi dengan bantuan alat berat dan tenaga dari tim gabungan. (*)
Baca tanpa iklan