MANADO, TRIBUN - Semangat untuk hari ini Tribunners. Update informasi terbaru anda seputar Sulawesi Utara (Sulut) di Tribun Manado.
Berikut ini dirangkum sejumlah berita terpopuler Sulawesi Utara hingga siang ini, Selasa (20/5/2025).
Ada 2 berita populer Sulawesi Utara yang masih jadi topik pembicaraan. Yaitu terkait Koperasi Merah Putih, pemerintah daerah di Sulawesi Utara mengebut membentuk koperasi tersebut.
Ada juga informasi terkait cuaca di Sulawesi Utara. Sepekan terakhir terasa sangat panas. Terik. Panas matahari membakar kulit di tengah hari. Baca selengkapnya.
1. Pemda Se-Sulut Kebut Koperasi Merah Putih
Seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Utara mengebut pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP). Mulai dari sosialisasi pada tingkat kota dan kabupaten, program ini harus terbentuk di setiap kelurahan dan desa.
Pembentukan koperasi ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih di Tingkat Desa dan Kelurahan.
Di Kota Manado, sudah 62 KMP terbentuk. "Dari 87 kelurahan, sudah 62 yang melakukan musyawarah dan membentuk kepengurusan," ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Manado Tony Mamahit, Senin (19/5/2025).
Tahap selanjutnya, kata Tony, adalah pemberian akta notaris. "Siapa yang sudah lengkap dan sodorkan akan kami berikan terlebih dahulu," kata dia.
Ia menjelaskan, KMP merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Koperasi ini akan diluncurkan pada 12 Juli 2025.
Kata dia, sisa kepengurusan di kelurahan lain akan dikebut, targetnya rampung pada 22 Mei 2025. "Tiap kelurahan satu koperasi," kata dia.
Adapun para pengurus koperasi dipilih lewat musyawarah yang dipimpin lurah atau kepala desa. Tidak ada batas usia untuk menjadi pengurus koperasi ini. Hanya para calon pengurus musti memenuhi sejumlah kriteria.
Di antaranya keterampilan kerja, semangat kewirausahaan dan punya pengetahuan tentang koperasi. Pengurus pun musti loyal, jujur dan punya dedikasi tinggi.
Kriteria lainnya adalah tidak punya hubungan keluarga dekat dengan pengurus atau pengawas lain serta bukan berasal dari unsur pimpinan desa. Struktur kepengurusan meliputi ketua, wakil ketua bidang usaha, wakil ketua bidang keanggotaan, sekretaris, dan bendahara.
Di Tomohon, pemerintah kota menggelar sosialisasi di Aula TUP Pemkot Tomohon pada 30 April lalu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM Muhamad Amin selaku Asisten Deputi Rantai Pasok serta Kepala Bidang Koperasi Dinas Provinsi Sulawesi Utara. Sosialisasi diikuti oleh seluruh camat dan lurah. Dalam arahannya, para narasumber menekankan pentingnya peran lurah sebagai ujung tombak suksesnya program nasional ini.
Seusai sosialisasi, para lurah dijadwalkan segera melakukan penyuluhan kepada masyarakat, melaksanakan musyawarah kelurahan, dan membentuk pengurus serta pengawas koperasi.
Targetnya, pembentukan 44 KMP di seluruh kelurahan Kota Tomohon paling lambat Juni 2025.
Pemerintah kota juga menyatakan komitmennya dengan menyiapkan anggaran melalui APBD untuk menanggung biaya pembuatan akta koperasi melalui notaris.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Tomohon Nova Rompas menyatakan optimisme terhadap capaian target tersebut. “Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, pembentukan 44 koperasi bisa tercapai tepat waktu,” ujarnya.
Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal dengan fasilitas lengkap seperti gudang modern dan enam outlet strategis. Di antaranya gerai sembako, kantor koperasi, apotik/gerai obat murah, unit simpan pinjam, klinik desa, serta gerai logistik. Unit usaha lainnya juga akan dikembangkan sesuai potensi lokal tiap kelurahan.
Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara, Stefanus BAN Liow mengatakan, program KMP ini patut didukung karena tujuannya mulia. Ia menilai, penerapan KMP di tingkat akar rumput harus berlandaskan semangat dan kearifan lokal.
"Kita punya semangat, budaya mapalus, gotong royong. Nah Koperasi Merah Putih ini harus berlandaskan pada spirit itu. Artinya, bekerja bersama-sama, bukan sekadar kerja sama demi kesejahteraan bersama," ungkap Stefanus.
Ketua Badan Urusan Legislatif Daerah (BULD) DPD/MPR RI ini bilang, program ini perlu disambut positif. Masyarakat tak perlu apriori duluan. Karena itu, dalam penerapannya ke depan KMP harus dijalankan secara profesional. "Berlaku prinsip akuntabilitas," katanya.
Pengamat pemerintahan dari Universitas Sam Ratulangi Welly Waworundeng memberi pendapat sekaligus peringatan. Ia mengungkapkan, program KMP perlu berkaca pada program pemberdayaan desa sebelumnya yang relatif dibilang tidak berhasil.
"Ambil contoh Dana Desa, yang sukses tidak banyak tapi cerita gagalnya lebih banyak lagi. Tidak sedikit kepala desa masuk penjara karena terseret korupsi," ujar Ketua Prodi Pemerintahan Pascasarjana Unsrat ini.
Belum lagi, banyak kasus pelaksanaan pemanfaatan Dana Desa yang tidak tepat sasaran dan tepat guna.
Welly mengungkapkan, program pemerintah yang turun langsung ke desa kerap gagal karena banyak faktor. Di antaranya mismanajemen. "Ya karena terdistraksi oleh pengaruh politik.
Kepala desa memilih kerabat untuk menjadi pengurus Dana Desa, belum lagi lemahnya BPD," katanya.
Karena itu, ke depan, pelaksanaan KMP harus benar-benar diawasi, penegasan soal integritas dan pengawasan melekat. "Ada ungkapan, desa adalah organisasi pemerintahan yang paling lemah menyelenggarakan pemerintahan dan itu sudah terbukti," ujarnya. (art/pet/ndo/max)
2. Cuaca Sulut Masuk Pancaroba, BMKG: Sering Hujan Deras Tiba-tiba
Suhu udara di Manado selang sepekan terakhir terasa sangat panas. Terik. Panas matahari membakar kulit di tengah hari. Warga pun mengungkapkan keluhan.
"Panas skali komang ini beberapa hari ini. Apalagi pas tengah hari, manucu skali," kata Julio, pengemudi online, Senin (19/5/2025).
Terkait peningkatan suhu di siang hari, BMKG memberikan penjelasan. Hal ini karena akibat pancaroba, yakni musim peralihan dari musim hujan ke musim panas atau sebaliknya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Dhira Utama menjelaskan, saat ini Sulawesi Utara tengah mengalami pancaroba. Wilayah Sulut sedang memasuki akhir musim hujan dan diperkirakan akan memasuki awal musim kemarau pada Juli nanti.
"Masa peralihan antara dua musim ini April hingga Juni di wilayah Sulut akan mengalami periode Pancaroba," kata Utama, Senin (19/5/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, pancaroba ditandai dengan cuaca yang cenderung tidak stabil dengan perubahan suhu, kelembaban, dan angin yang cukup ekstrem. Pada periode ini Sulawesi Utara akan sering mengalami hujan deras yang tiba-tiba dan disertai petir serta angin kencang.
"Selain itu kita akan semakin merasakan perubahan suhu yang drastis antara siang dan malam," ujarnya.
Dampak dari pancaroba, akan meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir, puting beliung dan tanah longsor. Selain itu, penyebaran penyakit seperti flu, demam dan infeksi saluran pernafasan akibat perubahan cuaca ekstrem. (ndo)
(Tribun Manado)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca tanpa iklan