TRIBUNMANADO.CO.ID - Kinierja menteri di era Presiden Prabowo banyak mendapatkan sorotan.
Banyak yang memiliki kinerja bahkan perilaku yang dianggap tidak baik sebagai pejabat negara.
Tentu warga sudah bisa menilai siapa saja yang demikian.
Baca juga: Daftar Menteri Terkaya dan Termiskin di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, Ada yang Capai 5 Triliun
Hal tersebut bisa saja merusak nama baik Presiden Prabowo.
Sabab orang-orang tersebut merupakan pilihannya sendiri.
Mengingat sebelum dilantik, mereka dipanggil satu per satu.
Tapi tentu tak semua Menteri jelek kinerjanya, banyak juga yang patut diacungi jempol.
Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis menteri dengan kinerja buruk berdasarkan hasil survei.
Urutan pertama ditempati Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, kedua Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, ketiga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan keempat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Menanggapi Bahlil Lahadalia masuk kategori menteri dengan kinerja terburuk, Golkar bereaksi.
Golkar menyebut survei tersebut tidak objektif.
Golkar membela Ketua Umumnya Bahlil Lahadalia yang masuk kategori menteri terburuk di 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Elite Golkar menyebut survei dilakukan dengan tidak objektif.
Selain itu Golkar juga mempertanyakan metode survei yang dipakai.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Idrus Marham menilai survei yang memuat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia masuk daftar terburuk (rapor merah) tidak objektif.
Baca tanpa iklan