Oleh: Daud Markus Lindo atau Ferry Liando
Bagian I Isu Strategis dan Tantangan
Terdapat sejumlah isu global yang berkembang saat ini dan mulai berdampak pada produk pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.
Dampak tersebut harus diantisipasi oleh perguruan tinggi termasuk oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi. Isu tersebut adalah:
Pertama perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan manusia dari berbagai aspek.
Berbagai kebutuhan dan urusan masyarakat dimudahkan oleh proses yang cepat serta kualitas yang makin membanggakan.
Baik organisasi pemerintahan maupun swasta telah berupaya memanfaatkan teknologi guna mendorong pelayanan publik yang lebih baik sebagai respon atas kebutuhan masyarakat.
Selain efesien juga tidak harus menggunakan waktu yang lama dan berbiaya mahal.
Namun demikian perkembangan teknologi ternyata menjadi tantangan bagi perguruan tinggi saat ini.
Sebab dengan makin maraknya penggunaan teknologi diberbagai sektor pelayanan publik maka akan semakin membatasi penggunaan tenaga kerja manusia.
Sehigga bukan tidak mungkin peluang lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan akan tersaingi dengan tenaga mesin atau robot.
Kedua, salah satu implementasi dari kebijakan politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia membuka kerja sama ekonomi seluas-luasnya dengan berbagai negara lain termasuk mengijinkan tenaga kerja asing bekerja di sektor publik maupun swasta.
Tidak heran jika dunia industri mulai dikuasai oleh pekerja-pekerja asing. Para investor menilai bahwa profesionalisme kerja para pekerja asing masih jauh lebih bagus ketimbang tenaga kerja dalam negeri.
Selain di dunia industri pemerintah dan pemerintah daerah kerap juga menggunakan tenaga-tenaga asing guna pengembangan tata kelola pemerintahan baik itu sebagai konsultan maupun sebagai pendamping.
Salah satu cara membuka akses tenaga kerja asing, pemeritah telah mengeluarkan kebijakan izin tinggal terbatas atau ITAS yakni pemberian izin yang diberikan kepada orang asing tertentu untuk berada dan tinggal di wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu untuk bekerja.
Kebijakan tenaga kerja asing ini tentu akan berdampak pada lulusan perguruan tinggi termasuk di FISIP Unsrat.
Baca tanpa iklan