Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi imunisasi massal, atau Outbreak Respons Immunization (Ori) oleh Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, capai baru diangka 40,30 persen.
Imunisasi massal dilakukan Pemerintah Kota Bitung, melalui Dinas Kesehatan menyusul kejadian luar biasa (KLB) Campak atau Sarampa.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bitung dr Pitter Lumingkewas, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Viktor Tumbuan, kegiatan ORI dilakukan Puskesmas Bitung Barat di tiga kelurahan di Kecamatan Maesa.
Kecamatan Maesa, dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) paling tinggi kasus Campak di Kota Bitung Sulut.
Tersebar di Kelurahan Bitung Barat 1, Bitung Tengah, Kekenturan 2 dan Pateten 2.
Sedangkan kasus campak atau sarampa, menurut wilayah Puskesmas paling banyak Puskesmas Bitung Barat 34 kasus, Puskesmas Paceda 11 kasus.
Puskesmas Girian Weru 7 kasus, Tinombala 6 kasus, Papusungan dan Sagerat masing-masing 5 kasus, Pintu Kota 4 kasus dan Danowudu 2 kasus.
"Jadi untuk ORI yang dilakukan hari ini, di Kelurahan Kakenturwn 2, Bitung Barat 1 dan Bitung Tengah. Akan berlanjut Sabtu besok (hari ini) di Kelurahan Bitung Barat 1, Kekenturan 2, Bitung Tengah," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Viktor Tumbuan, Jumat (5/4/2024).
Kegiatan ORI PKM Bitung Barat Jumat, 5 April 2024
Kelurahan Kakenturan Dua
Sasaran : 105 org
Capaian : 48 org
Presentase : 45,7 persen
Kelurahan Bitung Barat Satu
Sasaran : 223 org
Capaian : 75 org
Presentase : 33,63%
Kelurahan Bitung Tengah
Sasaran : 213 org
Capaian : 95 org
Presentase : 44,60%
Total Keselurahan 3 Kelurahan:
Sasaran : 514 org
Capaian : 218 org
Presentase : 40,30%
Kegiatan ORI PKM Tinumbala Jumat, 5 April 2024
Sasaran : 159 org
Capaian : 56 org
Presentasi : 38%