Warga Manado khususnya, identik dengan menu makanan yang pedas-pedas.
Berbagai jenis menu makanan yang pedas-pedas, dapat kita jumpai saat acara duka, suka dan syukur lainnya.
Seperti menu makanan yang dicicipi Tribun Manado, di sebuah acara makan siang Perumda Pasar Bitung di Pasar Cita.
Pedasnya hingga membuat ubun-ubun keluar keringat, bibir memerah dan mulut komat-kamit menahan pedasnya.
"Karena rica (cabai) sudah turun harga, makanya menunya berasa pedasnya," kata seorang pria yang membuat menu makanan.
Di antaranya cumi bakar rica, bebek bumbu RW, ikan bakar dan menu lainnya.
Menurut pria itu, saat membuat olahan cabai atau rica di menu itu memakai 1,5 kilogram rica.
Serly seorang lelaki yang juga ikut makan bersama, tak menampik pedasnya sangat terasa di mulut.
"Saya sampai beberapa kali nambah, karena menunya enak dan pedasnya dapat," kata Serly usai makan.
Di tempat terpisah, pedagang pasar yang menjajakkan rica mengaku kalau harga rica tak pedas lagi.
"Harganya sekarang Rp 60 ribu per kilo, turun dari Rp 110 ribu," kata Nur, Kamis (11/1/2024).
Harga rica di Sitaro
Pergerakan harga bumbu dapur di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara terus terjadi sejak akhir tahun lalu.
Di mana harga bumbu dapur khususnya jenis rica berangsur menurun dari sebelumnya Rp 150 ribu per kilogram, menjadi Rp 120 ribu, Rp 100 ribu dan kini berada pada posisi Rp 70 ribu per kilogram.
Rio, salah satu penjual bumbu dapur di Pasar Ulu Siau menuturkan, penurunan harga cabai ini telah berlangsung hampir dua pekan terakhir ini.
Baca tanpa iklan