Natal di Sulawesi Utara

Ziarah Kubur, Tradisi Natal dan Tahun Baru yang Masih Terjaga di Sulawesi Utara

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Rizali Posumah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga bersih-bersih makam di Pekuburan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Minggu (24/12/2023) pagi.

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tradisi ziarah ke taman makam jelang Natal dan Tahun Baru masih dijalankan sebagian besar warga Sulawesi Utara. 

Tradisi ziarah ke kubur dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur maupun kerabat keluarga yang telah mendahului. 

Suasana pekuburan umum Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Minggu (24/12/2023) ramai. 

Pekuburan yang biasanya sunyi, kini ramai seharijelang Natal. Banyak orang di sana. Puluhan jumlahnya. 

Sebagian besar sibuk bersih-bersih. Ada yang mencabuti rumput, menyapu, bahkan ada yang tengah mencangkul. 

Sebagian membersihkan debu pada permukaan ubin keramik makam pakai kain. 

Setelah kubur bersih, mereka meletakkan bunga segar yang sudah dirangkai dari rumah. Ada juga yang membawa bunga imitasi. 

Sebagian bunga segar dibeli dari penjual khusus yang muncul setiap jelang Natal dan Tahun Baru. 

Bunga-bunga hidup itu mempercantik tampilan di atas makam.

Ziarah makam, oleh sebagian orang di Minahasa biasa juga disebut pasiar kubur. 

Seperti pasangan Yopi dan Mitra, suami istri asal Manado. Mereka datang bersama anak perempuan. "Datang bersihkan kubur mama," kata Yopi. 

Kata mereka, bersih kubur menjadi tradisi wajib saat menjelang Natal dan Tahun Baru. 

"Cuma setahun sekali. Rasa ada yang kurang jika tidak datang," kata Ferry Pandelaki, warga lainnya. 

Ada yang menarik. Tinggal sedikit saja yang masih menjalani tradisi tua, berziarah sambil membawa makanan, kopi, cap tikus, minuman lain hingga rokok atau lintingan tembakau.

Pantauan Tribunmanado.co.id, masih ada yang menjalankan tradisi tua. Orang Minahasa menyebutnya foso. "Sekarang tinggal bunga saja," kata Yopi. 

Halaman
12

Berita Terkini