TRIBUNMANADO.CO.ID - Penjual makanan di Manado, Sulawesi Utara mengaku kesulitan setelah harga cabai melonjak tinggi.
Para penjual harus mencari solusi agar tidak kehilangan pelanggan setia mereka.
Meskipun dihadapkan pada kondisi sulit, penjual makanan tetap menjual makanan dengan harga normal meski harga cabai naik.
Seperti halnya diungkapkan penjual makanan ayam geprek di seputaran kampus Unsrat Manado.
Ia mengaku meski harga cabai masih tinggi, tetapi kami memutuskan untuk tetap menjaga harga jual.
Sebagai langkah kreatif, dirinya memutuskan untuk mengurangi jumlah sambal geprek yang disajikan kepada pelanggan.
"Kami mengurangi sambal, tapi kualitas tetap sama," tambahnya.
Tantangan lain yang mereka hadapi adalah membayar gaji setiap karyawan yang bekerja.
"Itu juga jadi pertimbangan kami, makanya harus cepat putar otak," ujar dia.
Para penjual berharap harga cabai akan segera kembali normal.
"Itu harapan kami semua, semoga bisa normal," pungkasnya.
Baca juga: H-11 Natal, Harga Cabai di Pasar Swalayan Manado Sulawesi Utara Turun Sebesar Rp 9 Ribu
Baca juga: Cabai Rp 130 Ribu per Kg, RM Muslim Adelia di Sindulang Manado Berusaha Pertahankan Harga Terjangkau