Ia menjelaskan, Herlangga yang menyaksikan kejadian itu langsung menyuruh rekannya meminta bantuan kepada warga.
Lokasi penemuan bayi itu tak jauh dari Ponpes Ihya Ulumuddin.
"Kemudian Herlangga mengusir biawak tersebut sambil menyampaikan kepada rekannya agar segera memberitahukan kepada warga," ucapnya
Iptu Amiruddin menyebutkan, bayi malang itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kantong plastik.
"Saat ditemukan jasad bayi ini diperkirakan meninggal sekitar 10 sampai 12 jam karena sudah terjadi pembusukan," ungkapnya.
Saat itu, Polisi yang datang ke lokasi dibantu Bidan Desa Puskesmas Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke langsung menggelar olah TKP.
Sayangnya, bayi yang dievakuasi ke RSUD Prof Anwar Makkatutu, Bantaeng itu tak dapat diidentifikasi.
Sebab, jenis kelamin bayi tersebut telah hilang dimakan biawak.
"Dilakukan visum luar oleh dr Yuli, dengan hasil jenis kelamin tidak teridentifikasi karena dibagian kelamin sudah hilang diduga dimakan oleh biawak," tuturnya.
Di hari yang sama, pada pukul 19.00 Wita, jenazah bayi itu dibawa ke Masjid Al-Hidayah Dusun Kampung Beru untuk di Salati.
Bayi itu kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Keluarga H Uspu, Kampung Beru.
Atas kejadian ini, Iptu Amiruddin menduga, bayi meninggal tersebut adalah hasil hubungan gelap.
"Kami sedang berupaya mengungkap pelaku yang tega membuang bayinya," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
Baca berita lainnya di: Google News
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini