RHK Selasa 27 Juni 2023

Bacaan Alkitab - 1 Petrus 2:4 Batu Hidup yang Menghidupkan

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Renungan Harian Kristen - Gembala yang Baik

  1 Petrus 2:4
TRRIBUNMANADO.CO.ID - Batu, pastinya benda mati. Itu pemahaman secara umum. Batu juga keras, di samping berat dibandingkan benda alam lainnya di sekitar kita. Memang ada juga batu yang hidup. Itulah batu karang.

Sebab batu karang itu termasuk tumbuhan di laut, yang bisa bertumbuh dan membesar, membentuk dan terdiri dari berbagai model, varian dan spesies, dll.

Batu yang hidup di sini dimaknai secara konotatif atau bersifat analogi. Artinya bukan dalam artian sebenarnya. Namun merupakan perumpamaan yang menjelaskan tentang bagaimana peran, kuasa, kasih dan tuntunan Tuhan dalam hidup manusia yang sempurna.

Renungan Harian (Dok. Bantenplus)

Bahwa Dia adalah satu-satunya patokan dan sumber hidup yang baik dan benar bagi umat manusia bahkan seluruh ciptaan-Nya.

Dalam hal ini, Yesus dianalogikan sebagai Batu yang hidup karena Dia memang menghidupkan seluruh umat manusia. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa batu biasa dapat digunakan sebagai batu penjuru dalam membangun baik rumah, gedung jalan dan sebagainya. Bahwa batu penjuru bagi tukang bangunan adalah batu dasar pembangunan rumah, gedung dll.

Artinya batu itu akan menjadi dasar dan kekuatan peletakkan bangunan, juga merupakan patokan atau panduan dalam membangun rumah, yang memungkinkan rumah itu dapat dibangun atau berdiri.

Ketika kita membangun rumah, maka batu penjuru akan menjadi penuntun untuk menentukan letak, posisi maupun kekuatan bangunan itu sendiri. Juga akan menjadi tumpuan berdirinya bangunan, sehingga menjadi sangat penting perannya.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – 1 Petrus 2:4 Dibuang Namun Dipilih dan Dihormati

Tidak mungkin seorang tukang atau siapapun dapat membangun rumah, tanpa batu penjuru sebagai patokannya, maupun tumpuannya.

Begitulah juga manusia. Manusia harus memiliki patokan dan dasar hidup-Nya. Jadi, untuk hidup manusia harus memiliki Batu Yang Hidup. Itulah Yesus Kristus, yang telah diutus Bapa untuk menjadi batu penjuru yang hidup bagi manusia. Jadi, Yesus adalah Batu Yang Hidup itu. Kita akan hidup oleh Batu Yang Hidup itu.

Tanpa Dia kita tidak akan memiliki kehidupan. Karena Dialah Pemilik kehidupan kita. Dia jugalah Sumber segala sumber kehidupan kita
Ketika berada bersama dengan manusia di dunia, Yesus Sang Batu Hidup, justeru mereka buang.

Mereka menolak-Nya dan menganggap Dia hanya manusia biasa yang tak berdaya saja, sama seperti mereka. Padahal Dia telah membuktikan ke-Ilahian-Nya lewat berbagai pengajaran dan mujizat-mujizat yang telah dilakukan-Nya.

Manusia membuang Sang Kehidupan. Inilah kehancuran manusia, yakni jika tidak datang kepada Batu Yang hidup, Tuhan Yesus Kristus, dan hidup di dalam Dia.

Namun, meski Dia dibuang manusia, tetapi Dia dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Maka siapapun yang ingin hidup, harus datang kepada-Nya.

Itulah sebabnya, meski Dia telah dibuang, tetapi tidak berarti Dia tidak hidup lagi. Seperti mutiara yang jatuh ke lumpur dan tercampur kotor, tapi tidak berarti membuat mutiara jadi tidak berharga. Mutiara tetaplah mutiara, nilainya sangat mahal.

Yesus Kristus, lebih lagi. Apapun perlakukan manusia kepada-Nya, Dia tetaplah Tuhan. Dia adalah Batu Yang Hidup. Tidak ada yang dapat memiliki hidup tanpa Dia.

Halaman
12

Berita Terkini