TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beberapa pedagang bahan pokok di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, mengeluh karena lapaknya disegel.
Penyegelan tersebut dilakukan oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado untuk sementara waktu.
Pasalnya, beberapa pedagang terlambat membayar uang iuran.
Suwarni Hiola, salah satu pedagang yang lapaknya juga ikut disegel, membenarkan hal tersebut.
"Iya, benar ini lapak saya yang disegel karena saya terlambat membayar uang iuran yang sudah terlambat hampir 1 bulan," kata Suwarni Hiola kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (25/2/2023).
Suwarni Hiola mengaku sudah diperingatkan oleh PD Pasar Manado terkait pembayaran iuran tersebut sebelum lapaknya disegel.
Baca juga: Buka Pelayanan Paspor Simpatik Jemaah Haji di Akhir Pekan, Kanim Manado Terima 61 Permohonan
Baca juga: Olly Dondokambey Sodorkan 3 Infrastruktur Jalan di Likupang Minut, Ada yang Menuju Hotel Marriott
Namun, hingga saat ini ia masih belum memiliki cukup uang untuk membayar sewa lapak.
"Saya tahu itu salah saya. Tetapi bagaimana lagi, belum punya uang mau bayar. Pemasukan juga kurang," tuturnya.
Dia mengaku sudah mencoba meminta agar tunggakannya tersebut dicicil.
Namun menurut Suwarni Hiola, PD Pasar Manado meminta segera dilunasi semua biayanya.
Kini, dirinya tidak tahu caranya melunasi tunggakan.
Pasalnya, berjualan merupakan satu-satunya cara untuk melunasi tunggakan, sedangkan lapaknya sudah disegel.