Shigeji Fujioka, pemilik kafe tersebut kemudian menggunakan spatula okonomiyaki untuk membuat teppanyaki.
Ia mulai mengganti okonomiyaki atau pancake sayuran dengan steak daging sapi untuk tentara asal Amerika tersebut.
Sebagian besar tentara Amerika pun berlanjut datang ke restoran tersebut. Bukan hanya karena makanannya, melainkan pertunjukan memasak yang dinilai menghibur.
Teppanyaki kini tidak hanya populer di Amerika Serikat dan Jepang. Beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, juga mulai mengenal aneka olahannya di banyak restoran dan hotel.
Bahan makanan yang digunakan pun semakin beragam. Mulai dari sayuran, seperti kentang, asparagus, wortel, tauge, aneka seafood, serta daging ayam dan sapi.
"Orang Jepang itu makan teppanyaki dari sayuran. Mulai dari appetizer atau makanan pembuka, kedua baru seafood, ketiga baru main course daging," kata Rojalih.
Namun, ada sedikit perbedaan antara teppanyaki ala Barat dan Jepang.
Teppanyaki bergaya Barat kontemporer lebih berfokus pada atraksi memasak yang ditampilkan, sementara koki teppanyaki ala Jepang berfokus pada penyajian menu kelas atas.
Telah tayang di Kompas.com
Baca tanpa iklan