Tetapi menunggu Tuhan dengan sabar bukanlah alasan untuk tidak melakukan apa-apa.
Kita dapat secara proaktif menantikan Tuhan dengan tetap berkomunikasi dengan-Nya, dengan mencari karya-Nya di momen sehari-hari, dengan membaca tentang kisah-Nya dan rencana-Nya dalam Firman-Nya, dengan menyembah Dia tidak peduli apa yang terjadi di seluruh dunia, dengan melayani orang-orang baik di dalam dan di luar pergaulan kita, dan dengan berterima kasih kepada-Nya atas karunia yang telah Dia berikan kepada kita.
Hanya karena suatu pintu tertentu tidak terbuka, atau kesempatan tertentu tidak tersedia saat ini, bukan berarti Tuhan tidak bergerak.
Bahkan ketika kita sedang menunggu Tuhan sedang bekerja.
Nuh menghabiskan puluhan tahun membangun bahtera saat dia menunggu Tuhan untuk melakukan apa yang Dia katakan.
Rut melakukan perjalanan dengan ibu mertuanya dan bekerja di ladang gandum sambil percaya akan pemeliharaan Tuhan setelah suaminya meninggal.
Yusuf tetap sabar dalam penjara selama beberapa tahun sebelum diangkat menjadi orang kedua di Mesir.
Yohanes memercayakan akhir hidupnya kepada kehendak Tuhan, dan menulis beberapa kitab Perjanjian Baru saat diasingkan di pulau Patmos.
Jadi, apa pun yang Anda hadapi, Anda dapat meminta kesabaran dan keyakinan kepada Tuhan bahwa Dia mengendalikan masa depan Anda.
Apapun ketidakpastian yang Anda hadapi, ketika Anda mengandalkan Tuhan, Anda mampu menjadi orang yang sabar menanti.
Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati
https://bible.com/bible/306/psa.27.14.TB
Baca tanpa iklan