TRIBUNMANADO.CO.ID - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera merealisasikan pembangunan Masjid Agung Kubah Timah.
Rencananya, masjid dengan anggaran puluhan miliar tersebut akan mulai dibangun pada Sepember.
Pembangunan akan diawali dengan tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama.
Baca juga: Jawaban Menohok Ridwan Kamil Soal Tudingan Mengemis Demi Bangun Masjid Al Mumtadz, Minta Tabayun
Simak video terkait :
Menurut rencana, masjid tersebut rencananya akan dijadikan ikon Kota Pangkalpinang.
Untuk pembangunan masjid yang akan didirikan di depan Tugu Titik O KM Kota Pangkalpinang atau di eks Polres Pangkalpinang ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga tak mau main-main.
Proyek Masjid Kubah Timah ini masuk skala prioritas pembangunan Pangkalpinang.
Saat ini, Masjid Kubah Timah yang disebut-sebut didesain oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu telah melalui sejumlah tahapan.
Baca juga: Menara Masjid Ahmad Yani Sulawesi Utara Siap Diresmikan 23 September 2022, Bertepatan HUT Provinsi
Pemaparan pendahuluan Detailed Engineering Design (DED) Masjid Agung Kubah Timah di yang dilakukan pemerintah kota dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), pengembang hingga stakeholder terkait di Ruang OR Tudung Saji, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (14/2/2022). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Tak lama lagi, peletakan batu pertama proyek pembangunan akan dilakukan.
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) mengatakan, pembangunan Masjid ikonik ini memang masuk dalam agenda prioritas selain penanganan banjir.
“Pembangunan masjid Kubah Timah merupakan proyek skala prioritas kita semua,” kata Maulan Aklil kepada Bangkapos.com, Jumat (12/8/2022).
Molen mengungkapkan, pembangunan bakal menggunakan anggaran tahun jamak atau Multi Year Contract (MYC) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) daerah serta sumbangan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan masyarakat umum.
Baca juga: Hewan Kurban Sakit hingga Mati, Jamaah Masjid Abdussamad Bachdar Tumbak Mitra Sulawesi Utara Kecewa
Saat ini pembangunan Masjid Agung Kubah Timah telah dilakukan Detail Engineering Design (DED).
DED sendiri merupakan perencanaan yang lebih rinci dan lengkap dalam bentuk gambar-gambar desain beserta spesifikasinya yang siap dilaksanakan di lapangan.
Rencananya, pada 16 September 2022 mendatang akan langsung dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama.
“Pada tanggal 16 September ini Insya Allah akan kita mulai pembangunan dan peletakan batu pertama,” ujar Molen.
Menurut Molen, pembangunan Masjid itu nantinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga dilengkapi madrasah pendidikan Al-Qur'an, sekretariat organisasi sekaligus ikon baru Kota Pangkalpinang.
Ditargetkan sebelum bulan November 2023, masjid ini telah rampung dikerjakan.
Sejauh ini, kata Molen, beberapa pihak sudah bersedia untuk membantu pembangunan masjid itu.
PT Timah misalnya, siap membantu pembangunan melalui dana corporate social responsibility atau dana tanggung jawab sosial perusahaan sebesar Rp5,2 miliar.
“Kalau mereka (PT Timah) ada dana lagi mereka akan membantu untuk pembangunan gedung serba guna sebesar Rp8 miliar. Yayasan juga sudah banyak yang ingin menyumbang,” sebutnya.
Maka dari itu Molen meminta doa dan dukungan masyarakat.
Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional untuk menjelaskan permasalahan aset yang belum tuntas, terutama kantor di bagian depan di lahan itu.
“Jadi saya tidak mau kemudian hari dalam pembangunan masjid ini ada apa-apa. Bismillah, berdoa agar pembangunan masjid agung sesuai dengan yang kita rencanakan,” pungkas Molen.
Gandeng Ridwan Kamil
Sebelumnya, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menggandeng Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil untuk mendesain Masjid Kubah Timah yang direncanakan akan didirikan di depan Tugu Titik O KM Kota Pangkalpinang atau di eks Polres Pangkalpinang.
"Alhamdulillah hari ini kami bertemu dengan Pak Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, idola saya. Lagi-lagi bukan hanya saya yang terpesona dengan gaya beliau, baik pemikiran, analisa bahkan perilaku, bagaimana fashion beliau melayani tamu, kami diterima di belakang rumahnya, dengan gaya yang menurut saya, sangat nyaman. Ini patut kita contoh di daerah kita," ujar pria yang kerap disapa Molen, Senin (8/3/2021).
Dalam kesempatan pertemuan itu, Molen dan Ridwan Kamil melakukan pembahasan tentang desain yang akan diterapkan.
"Kami membahas bersama beliau rencana pembangunan masjid agung kita di kota Pangkalpinang dengan gaya arsitektur dan gaya pemikiran beliau, mudah-mudah ini terlaksana.
Molen menyebutkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini sangat mengapresiasi rencana pembangunan Masjid Agung di Pangkalpinang.
"Apalagi ini untuk masjid, pesan beliau tidak ada yang tidak bisa untuk masjid, bisa kalau Allah SWT mengizinkan. Semoga saja dan mohon doa dari masyarakat Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Akan menjadi Masjid Agung kubah timah yang bahkan menurut Pak Ridwan Kamil tadi, akan kita connecting dengan Alun-alun Taman Merdeka. Bismillah, doakan semua," kata Molen.
Telan Dana Rp 64 Miliar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang, Mie Go berujar, pembangunan Masjid Agung Kubah Timah akan menelan anggaran cukup fantastis hingga mencapai Rp 64 miliar.
Dana tersebut untuk membangun keseluruhan desain Masjid yang telah direncanakan dengan memiliki lima kubah.
“Ini menggunakan dana APBD dengan tahun jamak 2022 dan 2023 berikut juga dana CSR,” katanya.
Mie Go menjelaskan, dalam pembangunan Masjid itu nantinya akan dibagi dalam beberapa paket pelaksanaan rekonstruksi.
Dimulai dengan pembangunan tahap awal yang menelan dana Rp 35 miliar dari APBD.
Dana itu digunakan untuk membangun bangunan Masjid utama beserta kubah, ruang wudhu pria dan wanita, gedung islamic centre tahap pertama, jalan masuk, plaza timur sementara dan grading lahan.
Kemudian dilanjutkan dengan paket A dengan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO), minaret, plaza barat dan gereja dengan dana Rp5,2 miliar.
Lalu paket B senilai Rp6,5 miliar dengan pengerjaan tempat parkir semi basement, plaza timur, serta pengerjaan sisi timur dan selatan masjid.
Untuk paket C yakni pembangunan kubah kelas dan islamic centre tahan kedua dengan biaya rekonstruksi sekitar Rp8 miliar.
Paket D hanya pembangunan kubah ruang serba guna dengan biaya Rp8,7 miliar.
“Insya Allah melalui jalan yang panjang progresnya bagus sesuai dengan jadwal,” beber Mie Go.
Walaupun begitu pihaknya menargetkan, pada tanggal 16 September 2022 mendatang peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Kubah Timah akan mulai dikerjakan.
Untuk pelelangan pembangunan fisik sendiri akan dimulai pada pertengahan bulan Agustus ini.
“Berapa peserta yang ikut lelang belum kita ketahui. Saat ini posisi dokumen ada di Unit Layanan Pengadaan (ULP-Red) kemudian akan dilakukan pelelangan,” tukas Mie Go.
(*/Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cici Nasya Nita)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com