Ekonomi

Mana Lebih Tinggi, Bunga Paylater Bank atau Fintech? Ini Penjelasannya

Editor: Isvara Savitri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi fintech.

"Sehingga kenaikan suku bunga pasti berpengaruh langsung dengan bunga utang yang dibebankan pada kartu kredit atau paylater mengingat konsep bisnis perbankan adalah jualan kredit sebagai aset untuk bayar liabilitas produk tabungan/deposito/giro," ujar Risza kepada kontan.co.id, Minggu (12/6).

Risza menerangkan, bahwa setiap produk baik kartu kredit maupun paylater memiliki kelebihan/keunggulan dan beban yang harus ditanggung sebagai kompensasi atas fleksibilitas dan kemudahan nya. 

Untuk kartu kredit kelebihan dan kekurangannya ada pada beban biaya tapi menurut Risza, bisa dibayar sebagian dengan kontraprestasi berupa beban bunga, selain itu didukung oleh jaringan internasional yang berintegrasi antar bank sehingga bisa dipakai seluruh dunia tanpa adanya kesulitan teknologi maupun administrasi.

"Selain itu juga memberikan peluang mendapatkan limit kredit yang tinggi, bahkan bisa memberikan approval early untuk pembelian aset seperti kendaraan bahkan rumah dengan nilai tertentu," katanya.

Sementara untuk fitur paylater, tagihan harus dibayar lunas dalam jangka waktu tertentu, di sisi lain, kena beban bunga dan kredit suspend sampai dengan lunas.

Selain itu nilai limit terbatas, tidak sebesar kartu kredit jenis Platinum atau Gold. 

Ilustrasi penggunaan fintech (kompas.com)

"Namun paylater mempunyai target market yang lebih luas dan besar, bisa menjangkau sampai dengan masyarakat level bawah. Menggunakan teknologi digital dari mobile phone untuk penggunaannya sehingga tidak perlu lagi harus bawa kartu di dompet," tambah Risza.

Pemain paylater Akulaku juga mengaku belum menyesuaikan tingkat suku bunga.

"Kedepannya masih sangat tergantung dari perkembangan Cost of Fund dari Bank Kreditur kami," kata Presiden Direktur Akulaku Efrinal Sinaga.

Efrinal menyebut, bunga yang dikenakan kepada nasabah mulai dari 0-3 persen, tergantung program cicilan yang diambil.

Kendati bunganya cukup tinggi, Efrinal menilai, hal tersbut tidak mempengaruhi minat pengguna.

Baca juga: Kecelaaan Maut Tadi, 2 Orang Tewas, Motor Yamaha Vixion yang Lawan Arah Tabrakan dengan Honda Sonic

Baca juga: Intip Bocoran Spesifikasi iPhone 14, Bakal Muncul di Pasaran dengan 4 Tipe Sekaligus

Menurutnya, selama angsuran per bulan dapat terpenuhi, nasabah tetap akan menggunakan paylater.

Hal tersebut pun terbukti dengan pembiayaan bulanan yang rata-rata per bulannya naik sekitar 25 % dari tahun lalu.

Saat ini, rata-rata pembiayaan di Akulaku per bulannya bisa menyentuh Rp 1 triliun. Pengguna pun sudah mencapai lebih dari 7 juta, meningkat  lebih 20 % .

"Bunganya sedikit lebih besar dari Kartu Kredit. Namun konsumen kami sebagian besar unbankable yang tidak mungkin mendapatkan fasilitas (Credit Card) dari Bank," tegas Efrinal. 

Halaman
123

Berita Terkini