Tujuannya agar para bidan yang ada di Kabupaten Bolsel bisa paham bagaimana cara menginput capaian SKP diaplikasi tersebut.
"Kalau dulu kan para bidan biasanya mengisi capaian SKP ini menjelang perpanjangan STR, tapi kalau sekarang dua tahun sebelum perpanjangan mereka sudah bisa mengisi secara mandiri dari aplikasi Siporlin," tegas Deowali.
Ia menambahkan jika setiap cabang IBI di kabupaten/kota terdapat dua petugas P2KB.
Keduanya bertugas untuk memvalidasi setelah para bidan di daerah mengupload capaian SKP via aplikasi Siporlin.
"Jadi mereka menentukan SKP tersebut sudah memenuhi syarat atau belum? Kalau sudah maka mereka akan ACC via aplikasi," kata Selpiana.
"Setelah diacc via aplikasi, maka akan langsung diteruskan ke pengurus IBI provinsi, kalau sudah tuntas di provinsi maka akan diteruskan ke pengurus IBI pusat," tambah dia.
Setelah semuanya tuntas, Selpiana H Deowali mengatakan nantinya rekomendasi kelayakan perpanjangan STR akan langsung dikeluarkan oleh pengurus IBI pusat.
"Kalau dulu kan dikeluarkan dari IBI Cabang, tapi sekarang sudah pengurus pusat," ucap dia.
Tak hanya itu, workshop tentang aplikasi Siporlin ini pertama kali dilakukan oleh pengurus IBI di Bolmong Raya (BMR).
"IBI BMR itu yang pertama melakukan workshop aplikasi Siporlin ini, dari 15 Kabupaten/Kota di Sulut. Kemarin kami gelar di Boltim, dan hari ini giliran Bolsel," ucapnya.
"Dalam waktu dekat juga IBI Bolmong dan Bolmut juga bakal melakukan kegiatan yang sama," tegas dia.
Menurut Selpiana H Deowali, saat ini anggota IBI Bolsel kurang lebih ada 98 bidan yang sudah memenuhi syarat.
Namun, IBI Bolsel memprioritaskan para bidan yang perpanjangan STRnya sudah dekat.
"Yang ikut workshop ini adalah bidan-bidan yang STRnya harus diperpanjang tahun 2022 dan 2023," ungkapnya.
Dirinya menegaskan jika para bidan sangat perlu tahu tentang cara-cara menginput SKPnya via aplikasi Siporlin.
Baca tanpa iklan