TRIBUNMANADO.CO.ID - Tuhan Yesus telah mengajarkan dan meneladankan bahwa kita harus mengasihi sesama lebih sungguh lagi.
Bahkan musuh pun, harus dikasihi. Itu berarti, menolong orang adalah kewajiban setiap orang percaya. Bukan orang baik (saja) yang kita tolong. Tapi juga orang jahat.
Ada banyak kejahatan terjadi di sekitar kita. Entah siapa saja pelakunya dan apa saja kejahatan yang mereka lakukan: berat atau ringan, sedikit atau banyak, kecil atau besar, pejabat atau bawahan, orang kaya atau miskin, atau siapapun itu pelakunya.
Motifnya pun beranekaragam. Adalah tugas kita untuk menolong mereka. Orang percaya tidak boleh membiarkan orang hanyut dalam perbuatan jahatnya.
Apalagi kalau kita ikut "nimburung" atau justeru ikut mendorong bahkan bergabung dalam kejahatan, untuk mengais untung di balik kejahatan itu.
Orang Kristen haruslah menegur dan mengingatkan siapapun agar tidak berbuat jahat lagi.
Orang Kristen, tidak boleh diam melihat kejahatan di sekitar kita. Jika kita diam dan membiarkan kejahatan terjadi, maka kita menjadi sama jahatnya dengan pelaku kejahatan itu.
Jadi, tidak boleh ada pembiaran terhadap kejahatan di sekitar kita dengan dalil apapun. Jangan membiarkan kejahatan terjadi. Apalagi membenarkan kejahatan demi mendapatkan keuntungan.
Itulah yang diamanatkan Allah kepada nabi Yehezkiel. Dia diutus untuk menjaga umat Israel. Maksudnya dia harus menolong dan menyelamatkan mereka.
Jika Yehezkiel diam dan membiarkan kejahatan terjadi, maka dia juga akan dihukum Tuhan. Jadi, tidak boleh ada pembiaran terhadap kejahatan. Diam terhadap kejahatan adalah penjahat.
Demikian firman Tuhan hari ini. "dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu." (ayat 18b)
Tugas Yehezkiel adalah tugas kita di zaman now. Yehezkiel dilarang diam. Dia tidak boleh membiarkan umat Israel melakukan kejahatan.
Sebab jika mereka berlaku jahat, mereka pasti dihukum. Sebaliknya, jika Yehezkiel membiarkan mereka hidup dalam kejahatan, dia akan dituntut oleh Tuhan. Dia pasti dihukum Tuhan.
Kita adalah Yehezkiel masa kini. Kita mengemban tugas mulia Yehezkiel itu dalam kekinian, meski berat. Tidak boleh diam. Jangan ada pembiaran terhadap kejahatan. Jika kita diam dan melakukan pembiaran, kita dihukum Tuhan.
Diam dan membiarkan saja dihukum, apalagi ikut bersama dalam kejahatan. Pasti jauh lebih berat hukumannya.
Baca tanpa iklan