Kakek Ini Menangis Curhat ke Istri Jenderal Andika Perkasa, Sakit Stroke Tapi Menolak ke Rumah Sakit

Editor: Finneke Wolajan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pak Warnoto curhat ke istri Jenderal Andika Perkasa

"Ini anak, ini cucu cakep-cakep cucunya," puji ibu Hetty.

"Kalau bapaknya yang ini meninggal, kalau yang ini cerai," jelas pak Warnoto.

"Jadi saya sudah tua sudah 63 masih menghadapi tantangan ini," ucap pak Warnoto sambil menangis.

"Oalaah," kata ibu Hetty sambil menenangkan pak warnoto.

"Kasihan bu," ungkap pak Warnoto tak mampu menahan kesedihannya.

Seolah merasa simpati, ibu Hetty diam dan mendengarkan dengan seksama keluhan salah satu petani Bromo itu.

"Tuhan sayang sama kita semua," sahut ibu Hetty.

Sementara itu ibu Hetty didampingi oleh Tantriana Sari, Bupati Probolinggo.

Bupati tersebut juga turut mencari tahu keadaan rakyatnya selama corona melanda.

"Kelas berapa mbah?," tanya ibu Tantriana menanyakan pendidikan cucu Warnoto.

"Ini SMP kelas 2, yang ini masih SD kelas 4," jawab Warnoto menunjuk satu persatu cucu laki-lakinya.

"Tapi kita punya kekurangan bu, selama corona ini kita nggak bekerja," ungkapnya.

"Jabang meminta handphone bu," tambahnya dengan lirih dan kembali menangis.

"Iya, iya, betul iya, jadi nggak bisa sekolah karena nggak punya handphone untuk sekolah," ujar ibu Hetty.

Bupati Probolinggo Tantriana Sari, Pak Warnoto dan Ibu Hetty (Tangkap layar YouTube TNI AD)

Ternak Kambing dan Menanam Kol

Halaman
1234

Berita Terkini