TRIBUNMANADO.CO.ID - Yesaya adalah yang pertama dari antara para nabi besar.
Yesaya Seorang nabi Perjanjian Lama yang bernubuat dari tahun 740–701 SM.
Ia adalah Putera Amos yang tidak dikenal.
Pada tahun 738, yaitu tahun raja Azarya meninggal, ia terpanggil menjadi nabi.
• Kisah Yusuf, Sosok yang Saleh, Ahli dalam Menafsirkan Mimpi Raja Hingga Dibuang Kesebelas Saudaranya
Nama-nama simbolik para puteranya ("suatu sisa berbalik" dan "Segera merampok hasil tergesa-gesa") dimaksudkan menjadi tanda dan ajaran bagi Israel.
Ia memperjuangkan keadilan sosial seperti Mikha, rekan sezamannya (Bdk.: Yes 2:2-3; 7:14; 11:1 dengan Mi 4:1-2; 5:2).
Sebagai penasihat utama Raja Hizkia, Yesaya memiliki pengaruh keagamaan dan politik yang besar.
Yesus mengutip Yesaya lebih kerap daripada Dia mengutip nabi lain mana pun.
Yesaya juga kerap kali dikutip oleh Petrus, Yohanes, dan Paulus dalam Perjanjian Baru.
Kitab Mormon serta Ajaran dan Perjanjian memuat lebih banyak kutipan dari Yesaya daripada nabi lain mana pun serta menyediakan banyak pertolongan dalam menafsirkan Yesaya.
Nefi mengajari bangsanya dari tulisan-tulisan Yesaya (2 Ne. 12–24; Yes. 2–14).
Tuhan memberi tahu orang-orang Nefi bahwa “agunglah kata-kata Yesaya” dan bahwa segala hal yang Yesaya nubuatkan akan digenapi (3 Ne. 23:1–3).
Kitab Yesaya
Sebuah kitab dalam Perjanjian Lama. Banyak nubuat Yesaya berurusan dengan kedatangan Penebus, baik dalam pelayanan duniawi-Nya (Yes. 9:6) maupun sebagai Raja Agung pada hari terakhir (Yes. 63).
Dia juga bernubuat banyak tentang masa depan Israel.