Demi Irian Barat, Belanda Kirim Kapal Induk tapi 'Kabur' Setelah Tahu AURI Punya Pesawat Penghancur

Editor: Fernando_Lumowa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapal Induk HNLMS Karel Doorman

Karel Doorman dan kapal pengiringnya segaja menghindari Terusan Suez dan memilih berlayar mengitari tanduk Afrika.

Baca: (VIDEO) Viral: Lindswell Kwok Berhijab, ini Segudang Prestasi si Ratu Wushu

Tu-16 KS (tribunnews.com)
 

Karel Doorman yang saat itu mengangkut pesawat tempur Hawker Hunter sebanyak 12 unit kemudian berlabuh di Freemantle, Australia, dan selanjutnya meneruskan perjalanan final ke Irian Barat.

Tapi setelah mengetahui Indonesia memiliki sejumlah pesawat pengebom Tu-16 KS yang bisa menghancurkan kapal induk dengan hanya menjatuhkan satu bom Kennel, Karel Doorman memilih segera kabur meninggalkan perairan di Irian Barat.

Paskakonflik Indonesia-Belanda terkait Irian Barat, Karel Doorman terus dioperasikan oleh AL Belanda.

Pada 26 April 1968, salah satu mesin Karel Doorman terbakar.

Untuk mengganti mesin yang rusak, dipasang mesin secara kanibal yang semula milik kapal perang HMS Leviathan.

AL Belanda masih mengoperasikan Karel Doorman hingga tahun 1969 dan karena pembiayaan yang tinggi kapal induk legendaris itu kemudian dijual ke Argentina.

Sejarah penggantian nama pun terulang lagi, oleh Argentina nama Karel Doorman lalu diubah menjadi ARA Veinticinco de Mayo (V-2).

Ironisnya salah satu misi besar Veinticinco de Mayo adalah melawan negara yang dulu membuatnya, Inggris, dalam Perang Malvinas (1982).

Berita Terkini