Minggu, 17 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PLN

PLN - KAI Berkolaborasi, Siap Elektrifikasi Jalur Kereta Indonesia

PLN dan KAI akan membentuk tim kerja bersama untuk menyusun kajian teknis, finansial, dan operasional

Tayang:
Dokumentasi PLN
FOTO BERSAMA - Foto bersama  Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi (ketiga dari kiri) berfoto bersama Gubernur Banten, Andra Soni (ketiga dari kanan), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (kedua dari kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono (kiri), Senior Vice President Logistics PT Danantara Asset Management, Desty Arlaini (kedua dari kanan), Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rustam Efendi (kanan), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (keempat dari kanan), dan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin (keempat dari kiri) setelah penandatanganan nota kesepahaman antara PLN dan KAI tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api pada Senin (20/10/2025) di Jakarta. 

Kemudian kita bicara juga Rangkasbitung Area, kita bicara juga yang ke Timur, yang ke arah Cikampek. Lalu kita bicara juga bagaimana nanti kita melakukan peningkatan elektrifikasi jalur yang ada di Jawa Tengah," jelas Bobby.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai  backbone ketenagalistrikan nasional, PLN siap mendukung Pemerintah dalam memperkuat infrastruktur transportasi publik yang lebih hijau. 

Upaya ini sekaligus mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi, selaras dengan target Net Zero Emissions. 

"PLN berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon di sektor transportasi. Melalui kerja sama ini, ke depan kereta api akan menjadi transportasi publik masa depan yang semakin efisien dan ramah lingkungan," ucapnya.

Darmawan menambahkan, elektrifikasi kereta akan memberikan manfaat strategis dari sisi efisiensi energi dan kemandirian nasional.

“Kalau lokomotifnya diubah menjadi energi listrik, efisiensinya 70 persen lebih murah. Jadi, emisi gas rumah kacanya akan semakin rendah. Dari energi impor menjadi domestik, energi mahal menjadi murah, sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya. (advertorial) 

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved