Profil
Mengenal Nabila Safira Lamani, Sosok Muda Penuh Semangat Nasionalisme dari Kota Bitung
"Mereka sangat mendukung keputusan saya. Mereka adalah motivasi terbesar saya untuk terus semangat,” ujarnya.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.COM, BITUNG - Di balik kesuksesan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kota Bitung, Sulawesi Utara, terdapat sosok inspiratif bernama lengkap Nabila Safira Lamani atau akrab disapa Aira.
Siswi kelas XI SMA Negeri 1 Bitung ini berhasil mencuri perhatian dengan menjadi salah satu anggota Paskibraka Kota Bitung 2025, tepatnya dalam formasi penurunan bendera merah putih.
Lahir di Bitung pada 16 Juli 2009, Aira dikenal sebagai pribadi yang disiplin, penuh semangat, dan memiliki cita-cita mulia menjadi seorang polwan.
Kecintaannya terhadap tanah air ditunjukkan lewat keikutsertaannya di paskibraka tahun ini.
Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga keluarga dan sekolah.
“Awalnya saya gugup, tapi saya tetap percaya diri. Setelah penurunan bendera, hati saya terasa lega dan terharu karena bisa menunaikan tugas dengan sempurna tanpa kesalahan sedikit pun,” ungkap Aira melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, menjalani pelatihan paskibraka bukan perkara mudah.
Aira mengaku, prosesnya sangat melelahkan.
Namun, kelelahan itu terbayar lunas dengan berbagai pengalaman berharga yang didapat.
“Di paskibraka tidak ada kata lelah. Saya justru senang karena mendapat banyak teman baru yang baik dan kompak. Saya juga bisa membanggakan orang tua dan sekolah,” tuturnya.
Dukungan keluarga, terutama dari orang tuanya, menjadi salah satu sumber kekuatan Aira.
"Mereka sangat mendukung keputusan saya. Mereka adalah motivasi terbesar saya untuk terus semangat,” ujarnya.
Aira mengaku ikut paskibraka karena punya jiwa nasionalisme dan ingin menjadi anak yang berguna bagi bangsa.
Aira berharap, dirinya dan teman-teman seangkatannya bisa menjadi generasi muda yang teladan, disiplin, dan membawa manfaat untuk bangsa di masa depan.
“Kalau ditanya momen paling berkesan, bagi saya semuanya. Dari awal karantina sampai penurunan bendera, semua sangat membekas di hati saya,” kata Aira.
| Sosok dr Truly Kerap, Dokter yang Jadi Ketua KPID Sulut, Suaminya Ternyata Orang Penting Berpengaruh |
|
|---|
| Sosok Sampurno, Kepala Desa di Lumajang yang Disebut Sakti Usai Dikeroyok dan Dibacok Belasan Orang |
|
|---|
| Sosok Rangga Antou, Mahasiswa Keperawatan di Tomohon yang Jadikan Pendidikan sebagai Kunci Hidup |
|
|---|
| Sosok Juandry Atimang Nesare, Mahasiswa di Manado Sulut yang Jalani Kuliah Sambil Usaha Jastip |
|
|---|
| Sosok Marcia Gloria Rantung, Mahasiswi Keperawatan yang jadi Finalis Putri Kampus STIKGM 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/SOSOK-Nabila-Safira-Lamani-atau-akrab-disapa-AiraIa-merupakan-petugas.jpg)