Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yohanes 8:33, Orang Merdeka Bukan Hamba

Mereka adalah bangsa pilihan, umat kesayangan Allah bahkan disebut sebagai biji mata Allah.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilsutrasi Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul orang merdeka, bukan hamba.

Bacaan Alkitab diambil dalam Yohanes 8:33.

Orang Israel sebagai umat perjanjian keturunan Abraham, memang terikat dengan janji Allah.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 5:21-34, Rasa yang Berbeda

Mereka diperlakukan istimewa oleh Allah.

Mereka adalah bangsa pilihan, umat kesayangan Allah bahkan disebut sebagai biji mata Allah.

Allah sangat mengasihi mereka.

Bahkan dalam banyak hal, mereka dibela secara dahsyat dan ajaib oleh Allah dalam segala perkara.

Mereka semua adalah bangsa dan umat yang merdeka, karena Allah telah memerdekakan mereka, sejak semula, yakni sejak Abraham dipanggil oleh Allah kemudian mendapatkan anak perjanjian yakni Ishak, lalu Yakub atau Israel, yang menerima kasih karunia khusus dari Allah.

Ketika bangsa itu diperbudak dengan sangat menderita dan sengsara di Mesir setelah tinggal selama 430 tahun di sana, keluh kesah mereka didengar oleh Allah.

Itulah sebabnya Allah mengulurkan tangan kasih-Nya membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan kerja rodi yang amat berat dan menyiksa.

Musa dipakai Allah untuk membebaskan umat yang sangat dikasihi-Nya itu.

Allah tidak mau mereka terus diperbudak. Maka Allah membebaskan dan menuntun mereka masuk ke tanah perjanjian, sebagaimana yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang mereka, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.

Ketika di seberang sungai Yordan sebelum masuk tanah Kanaan, Musa menyampaikan firman Tuhan kepada mereka bahwa orang Israel, keturunan Abraham, Ishak dan Yakub, tidak boleh diperbudak.

Tidak boleh ada di antara mereka yang menjadi budak.

Jika ada keturunan mereka yang jatuh miskin, mereka harus ditolong dan tidak boleh jadi budak (Imamat 25: 43, 46).

Mereka harus mengambil dari bangsa sekitar (lain) sebagai budak bagi mereka.

Orang Ibrani atau Israel, tidak boleh.

Itu adalah ketetapan Tuhan. Hal itu diketahui oleh semua orang Israel.

Bahwa semua mereka keturunan Abraham adalah orang merdeka, tidak boleh ada yang jadi budak. 

Hal ini yang dikemukakan oleh orang-orang Yahudi kepada Yesus, ketika Dia menyampaikan bahwa siapa yang mengikut Tuhan, hidup dalam firman-Nya dan melakukan dalam hidupnya setiap hari dalam takut akan Tuhan, dia akan dimerdekakan.

Orang Yahudi mengemukakan bahwa tidak ada seorangpun keturunan Abraham (Ishak dan Yakub) yang menjadi hamba, budak atau jongos siapapun juga, karena semua mereka sudah merdeka, sehingga tidak perlu dimerdekakan lagi.

Ketidaktahuan dan ketidaksadaran inilah yang membuat mereka salah memahami maksud Yesus.

Bahwa sesungguhnya yang dimaksudkan oleh Yesus adalah, mereka memang merdeka, tetapi mereka masih diperbudak oleh dosa.

Siapa yang hidupnya diperbudak dosa, dia akan dihukum Tuhan dan pasti binasa, menderita kekal selamanya.

Maka mereka perlu dimerdekakan dari perbudakan dosa, sehingga layak terlepas dari dosa dan menerima kasih karunia Allah yang sempurna.

Sebab kemerdekaan yang dimiliki orang Israel itu belum paripurna bahkan masih semu.

Karena meski mereka bahagia sebagai orang bebas di bumi, tapi dalam kekekalan mereka harus menghadapi pengadilan Allah.

Sehingga mereka perlu pembela yang membenarkan mereka dari dosa, agar mereka beroleh kemerdekaan dan keselamatan kekal bersama Kristus. Sebab jika tidak, mereka pasti dihukum kekal selamanya dalam siksa api neraka.

Karena itu, jika kita hidup dalam kebenaran yakni hidup dalam firman Tuhan, kita akan terbebas dari hukuman kekal. Kita terlepas dari perbudakan dan hidup dalam kemerdekaan.

Kita bukan lagi budak dosa, orang merdeka yang pasti akan selalu ada dalam naungan kasih Kristus yang sempurna.

Kita bukan hanya bebas dan merdeka di bumi, tapi juga dalam hidup di keabadian bersama Sang Sempurna.

Jadi jika kita hidup bersama Kristus dan melakukan firman-Nya, kita adalah orang merdeka, bukan lagi sebagai budak atau jongos siapapun, kecuali sebagai hamba Kristus yang setia dan taat kepada-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.

Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" (ay 33)

Secara iman kita adalah keturunan Abraham.

Oleh pengorbanan Kristus di atas Kayu Salib, kematian dan kebangkitan-Nya, kita telah dibebaskan perbudakan dosa, sehingga kita menjadi orang merdeka.

Kitapun terhindar dari hukuman karena perbudakan dosa.

Kita diselamatkan. Sehingga, kita menikmati kemerdekaan yang sempurna dalam Kristus, karena Dia telah membenarkan kita.

Kita bukan lagi budak (dosa), tapi orang merdeka karena Kristus.

Kita lebih dari pemenang, karena kita menikmati kemerdekaan sempurna dan sejati.

Sebab kemerdekaan kita bukan hanya di bumi, tapi sampai kekal selamanya.

Maka hiduplah dalam kebenaran, yakni hidup menurut kehendak firman Tuhan, sebagai tanda ucapan syukur atas kemerdekaan yang Tuhan karuniakan bagi kita.

Terpujilah Kristus selamanya. Amin

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved