Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yesaya 1:10-20, Benci Tapi Rindu

Lalu, apakah dengan begitu lantas Allah yg dikenal maha baik itu membuat kita bisa berlaku sewenang-wenang atau seenaknya saja?

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul benci tapi rindu.

Bacaan Alkitab diambil dalam Yesaya 1:10-20.

Renungan diambil dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan : “Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.” (Yesaya 1:15 TB).

Baca juga: Renungan Harian Kristen Matius 22:21, Kewargaan Ganda Umat Kristen

Ketika berbicara tentang Allah, yang ada dalam pikiran kita adalah bahwa Dia maha kuasa, maha besar, maha baik, penuh kasih, panjang sabar, dan semua yang baik-baik.

Setiap orang pasti tidak meragukan itu.

Lalu, apakah dengan begitu lantas Allah yg dikenal maha baik itu membuat kita bisa berlaku sewenang-wenang atau seenaknya saja?

Rupanya tidak seperti itu, dalam bacaan ini, dari ayat 10-15 itu berisi tentang bagaimana Allah itu marah atau murka terhadap Israel.

Allah murka kepada Israel, sampai dibuat pengandaian sebagai manusia Sodom dan Gomora (ayat 10).

Artinya pelanggarannya sudah sama dgn Sodom dan Gomora yang sangat mengerikan sehingga layak untuk di hukum berat.

Persembahan-persembahan mereka menjadi kekejian bagi Allah (ayat 11), padahal korban mereka sesuai syarat.

Bahkan dikatakan siapa yang menyuruh kamu datang ke bait suci-Ku (ayat 12).

Bau persembahanmu kejijikan bagiKu, pertemuanmu Aku tak tahan melihatnya (ayat 13). Perayaanmu Aku benci melihatnya (ayat 14). 

Apabila kamu berdoa Aku memalingkan mukaKu, sebab tanganmu penuh darah (ayat 15).

Ini adalah gambaran suasana hati Allah melihat semua yang dilakukan Israel, Allah marah kepada mereka.

Padahal, jika dicermati secara manusiawi apa yang mereka lakukan itu adalah bentuk ibadah dan kesalehan (memberi persembahan, menghadap Tuhan di Bait Suci, merayakan bulan baru dan sabat, dan mereka berdoa).

Itu semua baik bukan? 

Tetapi rupanya Allah tidak sudi menerima semua itu.

Mengapa Allah sangat marah dengan semua itu, sampai bentuk ibadah pun ditolak oleh-Nya?

Apa artinya ini.

Mari kita lihat ayat 16, ada perintah: basuhlah, bersihkanlah, dan jauhkanlah perbuatanmu yang jahat, berhentilah berbuat jahat.

Lalu ayat 17, belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan (jujur), perjuangkan anak yatim dan janda-janda (simbol orang tak berdaya).

Dalam ayat 16 dan 17 inilah yg memberi gambaran kenapa Allah begitu murka, rupanya umat Israel munafik, tidak sama yang mereka lakukan di altar dengan di pasar, di bait suci dengan di kehidupan sehari-hari.

Di satu sisi mereka kelihatan beribadah tapi sesungguhnya Allah tahu bahwa ibadah mereka tidak tercermin dalam bentuk perilaku mereka.

Tetapi, meskipun Allah sangat murka namun bila umatNya mau datang mendengar dan menurutiNya maka akan diampuni.

Sungguh luar biasa, dosa yg merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju, yang merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba.

Kain kesumba merujuk pada kain yang diberi warna merah menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanaman kesumba, atau juga disebut Bixa orellana.

Tanaman ini menghasilkan pigmen karotenoid yang disebut bixin dan norbixin, yang dapat digunakan untuk mewarnai berbagai produk, termasuk tekstil.

Dalam konteks budaya, warna merah kesumba sering dikaitkan dengan keberanian dan kegagahan. 

Ada pengampunan sepenuhnya.

Kenapa begitu? karena Allah sangat mengasihi umat ciptaanNya.

Sebuah lirik lagu Nostalgia yang syairnya mengatakan “benci tapi rindu”, menggambarkan dua suasana hati yang berbeda tetapi bersamaan muncul, dia benci tapi rindu, sekaligus juga dia rindu tapi benci.

Kurang lebih begitu jugalah yg dirasakan Tuhan, Dia sangat merindukan umatNya, tapi benci terhadap kelakuan umatNya yang jahat. Tuhan benci/murka atas perbuatan mereka.

Meskipun secara kasat mata mereka rajin beribadah dan membawa persembahan tetapi tangan mereka penuh darah.

Tetapi Tuhan tetap rindu kepada mereka untuk berubah, Allah murka terhadap dosa manusia, tapi tetap mencitai manusia.

Inspirasi: Mari kita jangan munafik, lain di bibir lain dihati. Allah tahu isi hati kita.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved