Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

HUT RI ke 80

Daftar Nama 60 Putra-Putri Terbaik Paskibraka Sulawesi Utara 2025

Suasana penuh khidmat menyelimuti Wisma Bumi Beringin, Jalan 17 Agustus, Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Selasa (12/8/2025).

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Dokumen Tim SK
PASKIBRAKA - Sebanyak 60 Paskibraka Sulut Tahun 2025 telah resmi dikukuhkan Pemerintah Provinsi Sulut di Wisma Bumi Beringin, Kota Manado, Selasa (12/8/2025). Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Utara 2025 ini akan mengibarkan bendera Merah Putih di acara peringatan HUT ke-80 RI pada tanggal 17 Agustus mendatang. Daftar Nama 60 Putra-Putri Terbaik Paskibraka Sulawesi Utara 2025 

34) Johana Florensia Langi

35) Billy Jhio Kurniawan To'au

36) Quincy Maria Sompotan

37)Andrea Benigno Mater Deo Kamagi

38) Inaya Jouna Milkha Liwoso

39) Joel Christo Paparang

40) Chaterina Maranatha Bonde

41) Euclid Griffith Pinontoan

42) Christabella Pangajouw Lintang

43) Efrata Immanuel Sumeisey

44) Inggrid Gabriela Joice Tanod

45) Ellovier Dandel

46) Velove Margareth Kaunang

47) Revanno Angelo Janandris Lamalo

48) Nadilla Lovely Emmanuela Sompie

49) Javier Jeconiah Reviano Kaawoan

50) Keysie Vianney Sarah Kasenda

51) Agusrianto Diawang

52) Devanny Mamahet Takaletangen

53) La Ode Putra Ramadhan

54) Kezia Gratia Pinontoan

55) Christello Tolosang

56) Velove Carissa Cyta Jacobs

57) Khairul Azzam Andisi

58) Queenfelisha Agatha Lasut

59) Christian Aprilio Thimoty Darinaung

60) Monika Claudia Lesawengan.

Pengukuhan Dilakukan Gubernur Sulut YSK

Acara pengukuhan Paskibraka Sulut 2025 dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dan turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut. 

Dalam prosesi pengukuhan, para anggota Paskibraka mengucapkan ikrar setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. 

Momen ini menjadi simbol kesiapan mereka untuk mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna di momen bersejarah peringatan kemerdekaan.

Gubernur Sulut YSK dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak tanggal 5 agustus semuanya telah ditempa, dipusatakan, dilatih di Rindam XIII/Merdeka Tomohon.

"Kalian ditempa pagi, siang dan malam, untuk mencetak sikap, sifat dan tindakan perseorangan maupun tim hingga kalian bisa berdiri di depan bapak, ibu terhormat saat ini," katanya.

Gubernur mengaku sangat bangga melihat semangat dari para Paskibraka Sulut yang gigih berlatih.

"Saya mendapat laporan melihat semangatmu, semangat disiplin, jiwa solidaritas, jiwa korsa, yang kalian telah buktikan selama kalian latihan," ujarnya.

Dia pun mengucapkan selamat kepada seluruh paskibraka 

"Dulunya kalian masih calon tapi sekarang kalian adalah pasukan pengibar bendera pusaka Provinsi Sulut," jelasnya. 

Sejarah Singkat Paskibraka

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) adalah barisan pelajar terpilih yang bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.

Tradisi Paskibraka bermula pada tahun 1946 di Yogyakarta, ketika Presiden Soekarno memerintahkan pembentukan pasukan khusus untuk mengibarkan bendera pusaka peninggalan Proklamasi 1945.

Kala itu, bendera dikibarkan oleh sekelompok pemuda yang dilatih langsung oleh Mayor (L) Husein Mutahar, tokoh yang kemudian dikenal sebagai Bapak Paskibraka Indonesia.

Seiring waktu, pembentukan Paskibraka berkembang menjadi program nasional.

Setiap provinsi mengirimkan dua perwakilan satu putra dan satu putri untuk bertugas di tingkat nasional di Istana Merdeka, sementara di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, dibentuk Paskibraka daerah.

Selain tugas upacara, Paskibraka juga menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk menanamkan kedisiplinan, rasa cinta tanah air, dan semangat persatuan dari Sabang hingga Merauke.

Melansir paskibraka.bpip.go.id, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2022 tentang Program Paskibraka, pembentukan Paskibraka tidak disiapkan sebatas untuk menaikkan dan menurunkan bendera pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, namun menjadi suatu program pengkaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

Prosedur pembinaan yang telah tersistem dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan terdiri dari pembelajaran aktif ideologi Pancasila dan pemantapan nilai wawasan kebangsaan, pelatihan yang terdiri dari pelatihan kepemimpinan dan pelatihan baris-berbaris serta pengasuhan untuk membentuk generasi yang tangguh, mandiri dan berkarakter Pancasila. 

Dengan pola pembinaan di atas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebangsaan. 

Setelah melewati tahap tersebut, para Paskibraka siap menjadi calon pemimpin bangsa masa depan yang memiliki jiwa nasionalisme dan berjiwa Pancasila.

Formasi pengibaran terbagi menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

Pasukan 17 sebagai pengiring (pemandu).

Pasukan 8 sebagai pembawa bendera (inti).

Pasukan 45 seabgai pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 1945 (17-8-45). (Ren)

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved