Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Amsal 14:34-35, Hidup Benar dan Berakal Budi

Sebab semua anak bangsa, terutama pemimpin bangsa terus berjuang dan menerapkan kebenaran dan keadilan, maka damai dan sejahteralah bangsa kita.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilsutrasi Alkitab 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul hidup benar dan berakal budi.

Bacaan Alkitab diambil dalam Amsal 14:34-35.

Di bulan Agustus ini, bangsa kita tercinta sedang memperingati dan merayakan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang ke 80 tahun, pada 17 Agustus.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Samuel 26: 1-25, Merdeka dari Ajudan Sesat

Para pejuang atau pahlawan kusuma bangsa telah mengorbankan segalanya agar negeri kita berdiri sendiri, berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.

Bangsa kita berdiri di atas kaki sendiri, terbebas dari penjajahan.

Di atas kemerdekaan inilah bangsa ini harus dibangun dalam kebenaran dan keadilan menurut hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam sistim hukum dan ketatanegaraan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Dalam banyak kesempatan, anak bangsa terus menyuaraka pentingnya mengedepankan kebenaran dan menegakkan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebab semua anak bangsa, terutama pemimpin bangsa terus berjuang dan menerapkan kebenaran dan keadilan, maka damai dan sejahteralah bangsa kita.

Ya, kita semua dituntut untuk menyatakan kebenaran dan tidak membelokkan yang salah sebagai kebenaran dan menjadikan keadilan sebagai tameng pelindung kejahatan.

Raja Salomo memiliki kesaksian ketika menjadi seorang raja berhikmat yang disegani segala bangsa di zamannya, bahwa jika raja atau para pemimpin bangsa berlaku benar dengan menegakkan keadilan dan hukum sesuai kebenarannya, maka bangsa itu akan menjadi bangsa yang besar dan terhormat.

Sebaliknya, jika pemimpin dan rakyatnya mengabaikan kebenaran dengan membenarkan yang salah yakni melakukan kejahatan, maka itu akan menjadi noda bagi bangsa. 

Hal ini akan menghilangkan rasa percaya rakyat kepada pemimpin dan membuat bangsa itu dipandang rendah, karena suka mempermainkan kebenaran.

Sebab menurut Salomo, jika raja dan pemimpinnya bertindak bijaksana, menggunakan akal budinya dengan melakukan yang baik dan benar, itu mendatangkan ketenteraman dan kenyamanan bagi seluruh rakyatnya dan bangsa itu dihargai serta dihormati oleh bangsa-bangsa lain.

Sebab lebih baik seorang hamba yang berakal budi dari pada seseorang yang congkak dan membuat malu. Sebab itu merusakkan dirinya sendiri dan membuat dia menderita oleh perbuatannya itu.

Jadi raja Salomo mengingatkan semua orang, tak terkecuali para pemimpin bangsa untuk hidup dalam kebenaran dan menggunakan akal Budi dalam prilaku hidupnya setiap hari.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved