Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minsel Sulawesi Utara

Ribuan Ikan Mati Mendadak, Petani Kolam di Minsel Rugi Ratusan Juta, Diduga Tercemar Limbah

Raut wajah kecewa tampak jelas dari Aland Jacob, warga Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Meta AI
IKAN MATI - Ilustrasi ikan mati di kolam karena limbah. Gambar diakses dari Meta AI pada Jumat 8 Agustus 2025. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Raut wajah kecewa tampak jelas dari Aland Jacob, warga Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, ketika ditemui pada Jumat (8/8/2025).

Usaha kolam ikan yang dirintis secara turun-temurun kini runkad.

Ribuan ikan mujair dan ikan mas miliknya mati mendadak dalam satu malam, menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (4/8/2025).

Aland menduga kuat sumber malapetaka itu berasal dari aliran sungai yang tercemar limbah, diduga dibuang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di bagian hulu.

RUGI - Aland Jacob, Warga Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) saat ditemui Tribun Manado.Com, pada Jumat (8/8/2025). Ia merupakan korban yang ikannya mati secara misterius.
RUGI - Aland Jacob, Warga Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) saat ditemui Tribun Manado.Com, pada Jumat (8/8/2025). Ia merupakan korban yang ikannya mati secara misterius. (Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku)

"Sungai ini adalah sumber utama kolam kita untuk pemasok air sehingga limbah yang dibangun di hulu mengalir masuk ke kolom kita.

Akibatnya ratusan ribu ikan mujair dan ikan mas mati secara mendadak yang membuat kami sangat syok sekali," tutur Aland.

Ia menjelaskan bahwa selama puluhan tahun menjalankan usaha tersebut, kejadian semacam ini belum pernah terjadi.

Kolam mereka selama ini dirawat secara teratur: diberi pakan rutin dan dibersihkan setelah panen.

Aland menegaskan bahwa peristiwa ini bukan disebabkan kelalaian di pihaknya, melainkan ulah pihak lain.

"Puluhan tahun usaha turun-temurun ini berdiri baru kali terjadi kepada kami, ikan kita sehat karena rutin diberikan makanan.

Terus kolamnya selalu dibersihkan ketika selesai panen, kami telah habis-habisan di usaha ini tapi hanya semalam semuanya lenyap begitu saja," ujarnya dengan getir.

Tak tinggal diam, keluarga Aland langsung melaporkan dugaan pencemaran ini ke dinas terkait dan pihak kepolisian.

Mereka berharap ada investigasi menyeluruh demi menemukan pelaku.

"Semua langkah telah kami lakukan dan kami meminta yang merasa bertanggung jawab harus kooperatif kepada kami sebagai korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved